Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampus. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 02, 2006

AKU HANYA SEORANG ANAK

Pak...
saya tak mengerti mengapa kau membenciku
Sebegitu mendalamnya kah dihatimu
hingga memvonisku nilai C
Nilai yang membuatku jatuh
dan apa salahku..?
Pernahkah kumenyakitimu
adakah aku penjahat di matamu
tak berartikah niatku selama ini
Tak berartikah kerjaku di depanmu..?
Pak...
Haruskah sebuah nilai di dapat dari kebaikanmu
dan pembelajaran tak berarti ?
Pak....
seandainya kau yang mengalaminya,
atau anakmu kelak di suatu hari
Sakitkah hati dinilai secara subyektif ?
Pak..
Pernahkah terbayang jiwa seorang anak yang kau nilai
pernahkah kau mengalami sakit yang mendalam
Ibarat dituduh membunuh
padahal kau tak tak membunuh
Pak..
taukah kau akibatnya?
Tak hanya aku..mungkin mereka
aku tak tau jika memang ada
Semoga hanya aku
Pak...
Kami bukanlah boneka yang bisa di mainkan sebagai coba-coba
kami manusia ,
seorang anak dari seorang ibu, seperti anakmu...
Seorang anak dari seorang ayah
seorang anak yang mereka nanti
Putri disuatu hari...
(020806)

Jumat, Juli 14, 2006

TUGAS....OH..TUGAS

Hari- hari menjelang endtest. Beberapa mahasiswa sibuk.... Bolak balik masuk rental komputer, bolak- balik sibuk masuk kost satu ke kost yang lain. Semua terlihat sibuk..kening berkerut, wajah tertekuk, sibuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas . Ya.. TUGAS!. Bukan sibuk belajar persiapan endtest. Bahkan sehari sebelum hari H. hampir semua sibuk di depan komputer. Hingga larut malam, di bela-belain bergadang. Menyelesaikan TUGAS!. namanya juga mahasiswa Bung !. Sepertinya minggu ini telah di nobatkan sebagai minggu penyelesaian TUGAS !!

Dilematis ! Tapi inilah yang terjadi. Seperti malam ini, dua manusia sejenis telah berniat bergadang dalam ruang 3x 3,5 untuk mengetik laporan dari tugas ABC yang belum terselesaikan secara bergantian. Dengan terkantuk-kantuk, mata pedih, di tambah perut agak sedikit keroncongan gara-gara lupa makan atau entahlah karena malas untuk beranjak. Alasan lain " ngirit...uangnya mending buat fotokopi tugas, buat ngeprint,rental , jilid tugas". Salah satu dari mereka berteriak " Wadooohhh.....2 hari lagi endtest, belum BELAJAR bo! Tugasnya mana bejibun. Ya ALLAH.. Proyek dan programku masih gagal pula...

Sementara sebagian manusia di bagian bumi kost yang lain ada yang jingkrak-jingkrak kegerahan garuk-garuk kepala, mata melotot gara-gara proyek programnya selalu terpampang tulisan " ERROR 3 : UNKNOWN IDENTIFIER " dengan warna merah. Sebagian yang lain justru hampir pingsan gara-gara proyeknya justru 'jebluk' gara-gara saking ngantuknya membuatnya salah pasang IC. Dan sebagian yang lainnya lagi bahkan menangis-nangis hampir koma gara-gara seluruh datanya hilang alias lenyap habis terkena virus.AAAAKKRRGGHH !!!!. Kalau ngga ada tugas, bukan mahasiswa namanya. Belajar endtesnya kapan?. Yang lain menimpali " Hallaaah.. gampang. Belajarnya pas malam senennya aja . Sekarang yang penting tugas selesai dulu" Hehe..SKS maksudnya?Sistem kebut Semalam. Ternyata masih jaman ya... belajar sistem begini. Merakyat kaleee...membudidaya turun temurun Bung !!.

Malam semakin larut. Ditemani suara jangkrik dibalik jendela dan lirihan musik dari radio, kipas angin dengan volum 1 2 manusia itu masih berkutat dengan apa yang ada di depannya masing-masing. Tumpukan buku bertebaran dilantai, kasur diatas komputer, kolong ranjang, belakang lemari... Yang satu akhirnya berkata " Gantian Gih ngetiknya..tinggal 8 JoB lagi nih " .Sesuai kesepakatan mereka bagi2 tugas sementara yang lain istirahat " tak tinggal tidur bentar ya..nanti kalau sudah, aku bangunin.". kerjapun dilanjutkan, disamping kawannya yang tertidur. hingga malam beranjak, dan setan-setanpun berkelioaran, meniupkan godaan perlahan-lahan dan iapun terlelap, lelah..menanti akan adanya keributan di pagi hari. Sedang dibumi kost bagian lainnya listrik tiba-tiba padam dan..." AAAGRRKKGR...BELUM DI SAVEEEEEEE......" (140706;02:04)

Selasa, Juli 11, 2006

CERITA DIHARI NANTI..

Tahun ajaran baru telah dimulai lagi, selamat datang para mahasiswa baru..,selamat datang di duniamu yang baru, dunia yang berwarna .dunia yang butuh kemandirian, dunia yang saatnya kau di sebut dewasa..Remaja yang mencari jatidiri. mencoba menjadi diri sendiri. ya..dunia yang kau bayangkan adalah dunia yang istimewa, Dimana saatnya daya pikirmulah yang digunakan. Dunia yang telah kau nanti-nantikan . Namun tak semua remaja merasakan, dunia yang mahal, yang butuh pengorbanan, yang butuh perjuangan. Beruntunglah kalian.Mahasiswa. ya, sebuah fase yang katanya istimewa. Yang dapat merubah zaman. Memasuki sebuah kampus. Seorang mahasiswa baru takkan terlepas dengan yang namannya ospek. ya..walaupun namanya telah berubah-ubah disebabkan adanya insisden-insiden yang tak diinginkan atau sekedar dirasa tak relevan lagi. toh bentuk kegiatannya tetap sama. OSPEK.Lagipula tak lengkap rasanya menjadi seorang mahasiswa jika tanpa adanya ospek. Tidak munafik, secapek bagaimanapun badan saat kegiatan ospek, mengeluh ini itu. Kegiatan ospek toh akan menjadi sebuah bahan cerita yang menarik dikemudian hari.

Ospek selalu menjadi perhatian banyak orang tiap tahunnya. hingga isu-isu yang berkembang di masyarakat dengan adanya tindakan kekerasan, menyebabkan timbulnya kontroversi disana sini mengenai pengadan kegiatan Ospek. Namanya pun kemudian berubah-ubah. Dari mulai Mapram ( masa prabakti mahasiswa), maperma ( masa perkenalan mahasiswa), OS ( orientasi Studi), POSMA, BISMa ,dan nama-nama lainnya, setiap kampus punya nama-nama sendiri. Di dikampusku sendiri ada yang namanya Warna kemudian KIBAR, LDK, OPEMA, dan entah apa lagi. Toh tetap saja terlaksana. Ospek takkan berubah. OSPEK tetaplah OSPEK. Cuma masalahnya terkadang kegiatan ini disalah gunakan oleh para senior yang tidak bertanggungjawab. Merasa berkuasa, seakan-akan peraturan yang di buat adalah benar. Dan mahasiswa junior selalu salah. Kadang karena telah merasa mahasiswa senior, mereka berhak melakukan apa saja, termasuk menyakiti junior. woii padahal itu anak orang Bung!. Mereka masuk kampus juga bayar. Tujuan mereka pun sama. Kuliah. mengejar mimpi!. Hanya senior yang kurang waras saja yang melakukan penyalahgunaan ospek secara sangat tidak wajar.

Tapi tidak semua senior dikampus demikian dan tidak semua universitas maupun akademik demikian. Kegiatan OSPEK memiliki maksud yang positif. sangat baik, jika ini benar-benar dilaksanakan sesuai fungsinya. Dan benar-benar akan sangat menarik. Yakin deh ini akan menjadi cerita yang akan sangat menarik kelak. Bandingkan saja dengan mereka yang tak melaksankan OSPEK. Semua akan datar-datar saja. Jadi, sebagai mahasiswa baru , jalani dan nikmati saja kegiatan ospek ini. Suatu tindak kekerasan saya kira bukan jamannya lagi, yang ada adalah ketegasan. Namun bagi mahasiswa junior pun, jangan karena telah begitu banyak pembelaan oleh masyarakat, tindak ketegasan mahasiswa senior pun disalah artikan sebagai tindak kekerasan. Mahasiswa bukan lagi anak manja. ya..setidaknya senior dan junior saling mengertilah. kita pikir, sebagai mahasiswa telah taulah mana yang layak dan tidak layak, mana yang baik dan tidak baik, mana yang wajar dan tidak wajar. Capek, dikerjain, ah biasa..masih wajar kok. lakukan saja dengan senyuman. Toh takkan lama, semua itu akan berlalu. Ambil hikmah dan positifnya saja.

SANG DALANG

Puluhan Mahasiswa berlari menuju lapangan. Berebut dan tergesa. tak peduli berat dan ribetnya atribut yang mereka kenakan. Peluh mengucur dengan perut yang mungkin masih kosong keroncong.Berangkat pagi buta yang mungkin badanpun tak sempat terguyur air. Detak jantung berdegup kencang menahan sebuah rasa ketakutan. Tangan yang dingin berharap tak kena inspeksi. wajah- wajah di depannya seolah-olah telah berubah menjadi setan yan menakutkan. Suara seakan tersekat, tenggelam dan tertelan. Tak lepas untuk mantan seorang komandan kopassus atau ketua osis sekalipun yang identik mampu berkoar nyaring hanya terdiam dan rebah bahkan untuk seorang yang dulunya preman atau jagoan kelas. Aneh...namun mereka pernah mengalami sang pelaku atau yang " dilaku ". Aneh...seolah tak pernah terjadi. Lucu... seakan ini cerita pertama sepanjang hidup..

Peranan atau kita yang berperan didalamnya!?. Sebuah cerita dengan akhir yang dapat di tebak ataukah kita yang bodoh?. Yang kadang menimbulkan nyata . Terbawa arus ?!. Keduanya pun terjebak dengan peran. Sebuah cerita yang sempurna . Apik. Yang terkadang menjadi sebuah kontroversi sampai permasalahan dunia. Benar-benar membuat kita tak habis pikir. Lucu.. itulah cerita. Ikut bermain mengikuti ataukah terjebak menghayati sebuah peran?. Hebat. Coba pertanyakan, lalu siapa tuan dari semuanya? Siapa ujung, sutradara, dalang dari cerita ? Bukan pelaku atau yang melakukan, bukan ? Karena keduanya berada dalam cerita . Lalu siapa.. mungkinkah orang " tertinggi " di kampus ini ? Entahlah... jalani saja. Anggap saja sebuah cerita. sepenggal kisah dalam hidup. Menyakitkan, namun kadang dirindukan. Jangan munafik..Bukan begitu ?.( 110706)

Jumat, Juni 17, 2005

AKU BERTERIAK, MEREKA TULI

Tapak-tapak sepatu menghiasi dinding-dinding kampusku,telah berhari-hari saya berada disini. Telah hampir satu tahun. Toh, tak ada yang pernah peduli. Atau mungkin kami telah mati rasa? Kesudut atas kanan-kiri laba-laba bebas tanpa gangguan merangkai benang-benang sarangnya. Lantai-lantai marmer menelusuri lorong-lorong kelas, tangga, dan pelataran kantin, kupertanyakan pernahkah tersentuh kain basah ? Rumput-rumputyang menjulang tinggi, tak beda layaknya rumah tua tak berpenghuni, nyatanya tiap pagi hingga petang suara rih terdengar bagai hantu kampus, langkah- langkah kaki berlarian menelusurinya diantara lorong-lorong yang mungkin jika di pertanyakan ia akan berteriak . Saksi mata sejarah puluhan tahun sejak ia berdiri diantara petinggi-petinggi swiss. Beton-beton terbaik kebanggan kita dengan jaringan-jaringan listrik bawah tanahnya. Hebat! Siapa yang sangka. Dapatkah semua orang mengetahuinya, siapa yang akan mengira !? Berharap khalayak mengetahuinya dengan pandangan nyata kaca-kaca, ventilasi ruangan tak lagi terpandang jelas, titik-titik coklat setinggi hampir setengah senti debu berdirir tak tersenuh.

Bau anyir dan tak sedap tercium saat melewati lorong kecil diantara pelataran para pekerja extra yang katanya aktifis. Prihatinnya, begitu miris akankah mempertanyakan kesucian atau hati nurani yang berusaha mati. Sadar di tengah kepura-puraan dengan membohongi diri sendiri. Bukannya kami tak peduli, tapi tak mengerti . Apakah mereka yang tuli?. Suara-suara lantang telah dikoarkan dengan hati yang terus berteriak. Semangat idealis yang masih hangat dibalasnya dengan janji yang terus menguap. Umbaran kata yang membuatku mual, muak.

Ratapan rongsokan yang tersingkirkan, bertumpuk. Besi-besi tua yang merintih terus meberus di gunakan dengan kabel-kabelnya yang telah usang . Dengan hentakan dab pukulan, barulah dapat di gunakan . Maka, gambar-gambar gelombang dan nyala lampu, aliran listriknya dapat berjalan. Panggilan alam tak terlaksana, entah akan menjadi penyakit atau tidak karena sulitnya mencari tempat yang seharusbya menjadi tempatnya. Masih dengan ketuliannya, berpura-pyra tak tau atau memang tak mau tau . Aku berteriak, namun mereka tetap tuli.

Sabtu, April 23, 2005

Menanti Fajar….


Jam ditanganku menunjukkan pukul dua belas lewat empat puluh menit, melewati tengah malam. Sepi dan sunyi. Disebelah kiriku, kawanku tertidur, ia terlihat lelah. Lagipula seluruh penghuni kost ini pun kurasa telah sedang bermimpi indah. Udara dingin menyelimuti diriku. Bukan karena angin malam yang menerpaku, tapi putaran kipas angin di sebelah kananku. Ini bukan karena kepanasan , tapi untuk mengusir nyamuk.. Ini keduakalinya aku menginap di tempat kawanku. Menemaninya , sementara teman sekamarnya tidak ada. Besok pagi ada dua acara yang harus aku lakukan. Benar apa yang dikatakan kawanku . Hidup ini di hadapkan dengan beberapa pilihan. Dan saat ini rasanya aku bagaikan terjebak dalam pilihan –pilihan itu. Dan nyatanya aku tak ingin memilih, karena aku tak mampu memilihnya . Ehmmm..mungkin bukan tak mampu , tapi tak sanggup jika harus meninggalkan salah satu. Saat ini mungkin aku dihadapkan dalam tiga pilihan atau mungkin empat..entahlah… kadang pilihan itu semakin bertambah saja tiap harinya.Ketika aku terus berusaha untuk meminimalkan pilihan itu, yang kudapatkan justru sebaliknya, pilihan itu semakin bertambah. Namun kuakui, ada dua pilihan yang lebih melekat dihatiku. Dan bagiku itu bukan pilihan. Kuusahakan untuk memegang keduanya. Memang sedikit egois . .. kurasa jika keduanya mampu berjalan bersama, kenapa tidak?
Beberapa jam lagi mentari akan muncul ..Memulai hari-hariku kembali dan bergerak berjalan untuk keduanya. Sempat aku memikirkan kata-kata seorang mantan ketua organisasi yang kuikuti, “menganak tirikan salah satu diantaranya”.. seketika aku tersentak.. Betapa tidak …aku sama sekali tidak menyangka pernyataan itu akan menuju kepadaku. … Sejenak kemudian aku memikirkanya lama…. Kutanyakan pada diriku..Benarkah ?

Aku lelah , ingin rasanya melepas semuanya. Namun ini adalah tanggung jawab yang harus segera di penuhi. Kadang kumerasakan kejenuhan itu, aku ingin tenang dan merasakan kebebasan tanpa ada beban berfikir , otakku terasa berat. .. Berjuta-juta ton beban melekat dalam otakku. Dan betapa ringannya saat aku berusaha sedikit tenang….. Kukatakan aku tak sanggup . Inilah aku dengan segala keegoisanku terus mempertahan segala mauku. Sifat kepimpinan yang terlalu berlebih selalu ingin menguasai apa yang kuara mampu tanpa melihat kondisi yang terjadi padaku.. Rasa kebanggaanku terus saja ada..Mengatakan pada dunia bahwa inilah aku.

Keterpurukanku selama ini membuatku terus berusaha balas dendam dengan apa yang terjadi sebelumnya..Membuktikan bahwa aku bisa seperti itu.. dan bangganya merasakan semua itu. Dapat menduduki posisi yang dulu membuatku terdiam. Dan nyatanya aku tak hanya diam, karena memang beginilah aku. Inilah diriku yang sebenarnya. Dan tak semudah itu aku tergoyahkan..Betapa tidak seorangpun takkan tau betapa besar dan berapa banyak beban-beban dan batu-baru besar itu menimpaku? Itu terlalu membuatku terlalu kuat..hingga terkadang menjadi keras.


Malam semakin larut dan kurasa otakkupun telah terlalu penat ..tubuhku seperti akan kehilangan penyangga ..waktunya merebahkan diri sedikit melepas beban..melupakannya sementara..hingga fajar menjemputku kembali..(220405)