Cuma mau bilang..seruuuuuuuuuu..!!!!
iItulah kesanku setelah pulang dari Tennis Indoor Senayan kemaren..fiuh.SEMANGAT habis! rasanya dada ini bergemuruh kembali..mmmmmm..tak henti-hentinya berteriak ALLAHU AKBAR!
Ya, pagi itu, mmm..menjelang siang deng! saya dan sahabatku Iin seperti biasa janjian di tempat biasa untuk bertemu. Rencana hari itu ( kemaren, minggu 25 April) kami akan pergi ke acara Tabligh Akbar dan Konser Nasyid Untuk Kemanusiaan, tepatnya untuk palestina di tennis indoor senayan. Ya, kapan lagi bisa ikut berpartisipasi setelah sekian lama berkutat dengan kerja kami sehari-hari. Refreshing sambil beramal. siplah.
Acara nya terdiri dari dua sesi, sesi I terlaksana pukul satu siang sampe ba'da ashar dan sesi II dari jam empat sampai maghrib tiba. Dan kami memutuskan untuk ikut yang sesi I, biar ga kesorean pulangnya. Dan dengan bekal tiket biasa seharga 20 rebu, kami duduk di tribun sebelah kanan (dari arah penonton, dan sebelah kiri kalo dari arah panggung). Tepat pukul satu acara dimulai dibuka dengan aksi dari kawan-kawan dari sekolah alam. Mereka menampilkan permainan musik dari alat-alat rumah tangga, drum dari galon-galon air dan simbalnya dari panci (tuh pasti nyolong panci emaknya..hehe), alunan lagunya dari botol-botol kaca bekas, unik tapi keren..semangat euy!. seneng ngeliat rekan-rekan mudaku yang kreatif. jadi ngiri euy...pengeeeeeeeeen..
Terus, setelah di hibur dengan hentakan musik alam, seorang anak kecil duduk ditengah panggung sendirian dan dengan syahdu melantunkan ayat-ayat suci Al-quran (tanpa teks loh bro..!hafalan!). Merduuuuuuuuuu banget. Saya ga bisa berkata-kata saat itu, speechless. Saya cuma bisa terdiam, termangu, hatiku ga karuan, benar-benar terpana, dan tanpa sadar..tes..tes..air mata itu jatuh, antara bangga, haru, seneng, iri, dan malu. Malu kepada anak sekecil itu, hafidz kecil yang dengan syahdunya melantunkan ayat-ayat suciNya, malu pada diriku dengan usia yang hampir seperempat abad ini belum ada apa-apanya, jauuuuuuuuuuuh. Semua terdiam, seisi stadion hening. dan air mata itu terus saja jatuh, dan kukira sendiri, ternyata sahabatku Iin pun sama saja, kulihat ia pun mengusap-usap matanya (hehe..ternyata sama saja). Kami sama-sama terharu. " ya ALLAH moga anak-anak kita kelak bisa seperti itu ya In.." kataku pada sahabat disampingku. " amin ya Rabb..btw, itu anak sapa ya mun..pasti orangtuanya bangga banget". dan saya cuma bisa menggangguk. Ya..orang tua mana yang tak bangga memiliki anak seperti itu. Saat itu dalam hati saya berkata, berdoa, dan berjanji " kelak ku ingin anakku seperti itu. amin". Dan tiba-tiba Iin menyenggol dan menggodaku " makanya... buruan nikah....hehe.". Jiaaaaaaaaah......
*pletak..
*pletak..
Habis menangis-nangis, kita kembali di suguhin atraksi dari rekan-rekan muda (entah namanya apa, saya tak cukup mendengar mereka darimana ) berupa tarian dan musik daerah, enam orang pemuda memukul-mukul tabuh besar di iringi campuran gendang, gending-gending jawa dan rebana plus bersholawat. Tambah semangat lagi karena sesudahnya kita disuguhin nasyid dari rekan-rekan Izzatul Islam yang judulnya " Panglima Perang ". Alunan musik logat aceh yang mendayu-dayu. Hehe..saya dari dulu ga tau kenapa seneng denger jenis musik kayak gini. Berasa daerah, islam, dan Indonesianya, coba deh dengerin, bisa di download kok...(di sini)
Kemudian berlanjut dengan tausiyah dari ustad Dr.Muqoddam Cholil, MA, di ikuti nasyid dari Justice voice setelahnya. Dan seperti biasa, nasyid mereka selalu menggembirakan dan lucu. Adaaaaaaa aja kelucuan di nasyid mereka yang bisa mereka lakukan untuk menghibur penonton. Lumayan membuat perutku sakit menahan tawa. Berlanjut orasi dari Bapak Faisal bin abdulRahman, saya suka kata-kata bapak ini yang mengatakan, InsyaALLAH begini kira-kira katanya " Walopun ada masalah sipadan dan ligitan tapi marilah kita disini bersatu bersama karena ' Lailahaillallah Muhammadarrasulullah...'" ^__^ ( ya ALLAH..beginilah indahnya islam mempersatukan...^__^ ).
Terus, berlanjut ke orasi ulama dari irian jaya, KH.MZ.Fadzlan Garamatan. Jujur, saya merinding dengar kisah ustad dari irian jaya ini. Lagi-lagi saya dibuatnya menitikkan airmata dengan kisah dakwah beliau yang luar biasa (Semangat pak...!). Terutama saat ia menceritakan dakwahnya dengan sabun mandi dan shampo. Bagaimana ia hanya dengan sabun mandi dan shampo yang ia berikan ke rekan-rekannya di irian, yang kita tau bagaimana kehidupan orang-orang irian pedalaman yang hanya ber-koteka dan jarang bertoharoh, namun hanya dengan sabun dan shampo, saking senangnya berhari-hari mereka menciumi tubuh mereka yang wangi dan akhirnya membuat mereka mengucapkan kalimat syahadat (Subhannallah...ALLAHU AKBAR!!).
Sederhana, tapi membuat perubahan yang luar biasa. Saya merinding mendengar teriakan orasi beliau yang tegas dan penuh semangat, sampai ia turun dari panggung menuju ke para ikhwan yang berada dibawah dan mempertanyakan keberanian hati para kaum muda muslim dalam membela kebenaran. " Jangan takut membela kebenaran..!" kata beliau keras. Dan kata-kata terakhirnya yang membuatku semakin bangga pada negeri ini, yang membuat senyumku mengembang adalah saat ia berucap " Indonesia tanpa Nuur War bukanlah INDONESIA...". Ya, nuur war adalah nama lain dari irian jaya, dan ia tak ingin kita melupakan rekan-rekan kita yang ada di sana. Mereka ada.
Lagu Lirih Pembebas dan Indonesia Memanggil dari Shoutul Harakah menambah semangat Indonesia setelahnya, menghentakkan seluruh isi podium. Banggaku pada negeri ini. Tak henti-hentinya saut-sautan takbir berkumandang. Kibaran bendera Indonesia dan Palestina dimana-mana, di barisan tribun para akhwat dan dibarisan para ikhwan. Membuat hati ini tergetar . ALLAHU AKBAR!. (dengarkanlah teriakan umatMU ini ya ALLAH..memujimu..dan mengharapkan kekuatanMU). ALLAHU AKBAR!.
Terakhir acara ditutup dengan lantunan nasyid dari Raihan. Dengan syahdu melantunkan Ababil, iman mutiara dan Untukmu Palestina. Ya..untukmu rekan-rekanku di Palestina dan Indonesia. SEMANGAT! ^___^
Sebenarnya ada hal lucu saat Raihan tampil, dan salah satu personilnya mengucapkan sepatah dua patah kata dalam logat malaysia-nya. Saya tidak bisa mendengar jelas apa yang ia ucapkan, antara berbahasa indonesia dan melayu, yang ada dipikiran saya langsung tertuju kepada Kak Ros. Saya dan Iin kompak saling bertatapan, tersenyum dan menjawab " betul..betul..betul " menirukan dua bosah gundul ipin upin .Hahahaha...
* Setelah sesi I, sebenarnya, karena masih bersemangat kami berdua ikut nonton lagi di sesi II.hehehe..tapi, jujur ternyata lebih seru sesi I. tapi semangatnya..teuteeeeeep .^___^
Indonesia Memanggil
by Shouhar
by Shouhar
Singsingkan lengan baju pancangkan asa
Ukirlah hari esok pertiwi jaya
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Allah
Ukirlah hari esok pertiwi jaya
Bergandengan tangan tuk meraih ridho Allah
Buatlah negri ini slalu tersenyum
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara
Bahagia dan Sejahtera dalam cinta-Nya
Tiada lagi resah tiada lagi duka lara
Negeri indah Indonesia
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu
Memanggil namamu
Menyapa nuranimu

















