Hari ini aku merasakan hal yang teraneh dalam hidupku, walupun aku sering mengalaminya . Ya...kesepian ..rasa kesepian yg nyeri melandaku, selalu saja seperti itu. Dan itu adalah hal yang paling menyakitkan. sangat miris. Dan aku tak sanggup untuk bergerak, walau sekedar melakukan kegiatanku. aku terasa begitu sendiri. dan hatiku miris bagai ingin menangis,namun tertahan. Aku tak sanggup menahan. Hanya mampu bertahan. Bertahan untuk mencoba kembali normal. Mencoba untuk kembali, untuk normal. Dan aku sadar siapa aku?. Lalu perasaan kerinduan akan semuanya menyelimuti seluruh hatiku.
Aku ingin semua kembali apa adanya. Aku ketakutan , itulah yang terjadi saat aku mulai merasakan sepi ini, ketakutan akan perginya mereka, semua yang aku miliki, semua yang aku sayangi, semua yang aku rasakan bahagia, dan aku tau tak selamanya memiliki mereka. Aku tak mau kehilangan... aku inginkan semua ada. Aku ketakutan , ketakutan untuk merasakan sepi lagi, ketakutan untuk ditinggal sendiri lagi. ketakutan untuk tak merasakan bahagia lagi, ketakutan untuk tak tertawa lagi. Aku takut..... aku takut kehilangan. Aku takut.. untuk pergi, untuk mereka pergi, takut mereka membenci dan jauh.
Seandainya waktu abadi, seandainya tak ada perpisahan, seandainya tak ada putaran waktu, dan seandainya tak ada kepergian , dan seandainya tak ada kematian, dan aku ingin begini.
Aku tak ingin berubah, aku takut kembali ke masa lalu, kembali kemasa sendiri, kemasa siksa batin dan teriris. kembali kepada menangis batin...tidak!!
Aku tak ingin menangis lagi, aku tak ingin merasa sakit lagi. Aku tak ingin sendiri, dan aku tak ingin membenci. Aku tak ingin menyakiti, dan kutak ingin menjadi gila, gila dengan semua kesepian, aku tak ingin malam, dan ku tak ingin kelam,ku ingin mentari dan pagi, ku ingin senyum dan bahagia, ku ingin canda dan tawaku, ku ingin semua yang pernah kusayangi, ku ingin mereka.. dan kuingin pagiku..(020407;22:15; TA 15 B)
aku dan duniaku.................................................................................................................................
Selasa, April 03, 2007
Sabtu, Maret 17, 2007
IMAN.......
Perkembangan teknologi yang semakin maju, bukannya membuat hidup semakin ringan. Yang terjadi justru menambah beban hidup tiap manusia. Lihat saja dengan adanya teknologi-teknologi terbaru yang katanya bisa meringankan hidup, membantu manusia dengan kecanggihan teknologi, justru hal ini akan membuat manusianya semakin komsumtif dan berusaha selalu bersaing. Contoh, dengan adanya perkembangan teknologi HP. Setiap manusia ingin memiliki Hp yang semakin canggih dan orang akan merasa ketinggalan jaman kalalu ga make HP. Padahal dulu juga ga ada HP baek-baek aja tuh. Ga ada AC di rumah juga tenang-tenang aja , ga punya kendaraan sendiri juga santai-santai aja. Bahkan bisa menyehatkan tanpa itu semua. Lalu, kenapa sekarang seolah tanpa itu semua, hidup takkan berjalan. Orang-orang dulu bisa hidup dengan hanya makan nasi jagung, minum dengan air masak sendiri. Kenapa sekarang sulit?, padahal sama aja. Manusianya aja yang merubah. Nah, kalau gue sendiri? nah itu dia, gue hidup di jaman ini. Dan keadaan gue yang mendidik kita seperti ini. Buktinya anak-anak terdahulu bisa tuh hidup dan bahagia dengan keadaan mereka di waktu itu. Ya waktu itu. Tapi, bukankah sama saja. Jadi kalau gitu, tiap manusia terdidik oleh keadaan bukan?. Berarti bisa saja donk, dia hidup dan bahagia dengan keadaan yang sederhana dan apa adanya dengan didikan dan lingkungan yang sama?. Sayangnya pengaruh Lingkungan dalam perkembangan manusia lebih dominan. Okey, kalalu gitu manusia itu membuat dirinya semakin sullit oleh dirinya sendiri.
Kondisi yang membuat dirinya tergantung dengan keadaan. Contoh, sok atuh lihat kondisi di pedesaan. Mereka tetap bisa hidup dan bertahan dengan keadaan yang sederhana. Bagi mereka itu adalah cukup dan mereka bisa aja bahagia. Tapi, beda jika ini terjadi pada manusia yang hidup dikota yang penuh teknologi, dengan keadaan yang sama di desa. Menurut dia kondisi seperti itu adalah kondisi yang menyedihkan. Dan sulit untuk hidup. Nah loh, padahal sama-sama manusia. Dan yang terjadi saat ini parahnya,keadaan yanng serba modern ini dijadikan patokan hidup. kalau ngga ada materi rasanya hidup telah habis.
Okey BAHAGIA!. Bukankah bahagia itu dirasakan oleh hati, diresapi oelh jiwa?. Yang bahagia itu jiwa kitakan?. Dan apa yang yang dirasakan oleh hati itu tergantung dari apa yang dipikirkan oleh tiap manusianya?. Apa yang ada dipikirannya, apa yang ada diotaknya?. So, semua tergantung pikran masing-masing orangkan?. Lalu, apakah bahagia itu semua tergantung dari sebuah materi dan teknologi?. Okey dengan adanya materi hati akan merasa senang, dan itu jelas bisa bahagia. Apakah ini sepenuhnya bisa diterima?. Idealisnya memang ga, iya kan ?. Tapi, apa tiap manusia bisa melewatinya ?. Ada yang tidak, ada yang nggak kan?. So, apa lagi yang membedakan?. Ada tuh orang yang kaya raya tapi nggak bahagia, ada juga yang hidup pas-pasan juga nggak bahagia. Lagi-lagi materi yang jadi biang keroknya. Orang kaya, tapi dia terus merasa kekurang. Orang biasa, tapi dia ga bisa nerima keadaan hidupnnya. Semua tergantung dari apa yang dipirannya. Coba senadainya dia ga mikirin gengsi dan materi. Asal bisa hidup, asal bisa ngejalnin hidup, dan apa yang dimilikinya adalah kekayaan yang sudah cukup. Bukankah ini tidak menjadi beban?. Aaah.... kalalu ngomonign soal idealis, emang gampang, tapi kenyataan ngga sepenuhnya demikian. lagi-lagi semua tergantung dari pikiran.
Okey bicara soal PIKIRAN!. Sekarang apa yang dipikirkan, apa yang dirasakan tergantung apa?. Tergantung apa yang dilhatkan? tergantung apa yang di hati jugakan?. Berarti pikiran juga tergantung perasaan. Tergantung HATI. Lalu apa yang ada di hati?
IMAN! itu dia!. Basi ya...?. Tapi, kenyataannya emang gitu ko, ga bisa ngelak yang namanya iman. Mentok-mentoknya juga ke imankan?. Dan kalau dirunut emang ujungnya tegantung dari iman tiap-tiap manusianya. Ini dasar yang paling kuat.Dan ini bisa mengendalikan pikiran, rasa, dan jiwanya, hingga rasa bahagia. Apa yang dilihatnya, Iman yang ngontrol.
Dan IMAN tergantung dari kepercayaan dan Tuhannya. Tergantung bagaimana Tuhan dan ajarannya. Dan bagaimana ia mendalaminya, iya kan?. Makanya sering kita dengar, " semua itu tergantung iman masing-masing orang, imannya kuat dia bertahan, imannya lemah maka dia punah". So, kalau kembalinya ke iman, mau bagaimnapun keadaannya, bagaimanapun kondisi, dia tetap bisa bertahan dan bahagiakan?. Jadi, ga tergantung dengan materi dan teknologi kan?. ya..hidup ngga akan berakhir dengan sia-sia dan merusak pikiran sendiri dengan iman yang kuat. Artinya setidaknya kita belajar legowo, sabar, dan apadanya. eh, nyambung ga sih. ( 160307; 10:33).
Minggu, Maret 04, 2007
Gw Manusia Suci...Setan yang GILA!
Gw mau cerita. Terserah lu mau denger apa nggak. Ini bukan cerita biasa, tapi ini cerita beneran. Mau percaya apa nggak, terserah lu deh. Tapi gw mau ngeluapin semuanya. Biar plong ati ini. daripada gw stress dipendem mulu. ih amit-amit deh. gw kan masih normal bo!. masih punya otak. dan gw masih idup. gw masih punya rasa , gw masih punya ati. hanya orang bodo kali yang membuat dirinya gila. ih..sia-sia amat tu hidup cuma mikirin yang nggak-nggak, apalagi sampai dipendam. Pertama jelas ini bisa bikin sakit hati. Kedua , bisa bikin kanker hati (eh..bisa aja, kalo sakit hati lu benar-benar berkarat) bahkan lu bisa jantungan(tau deh penelitian darimana). Maka dari itu, gw pengen cerita . Biar cuma tanah, air, bumi, dan langit, yang mendengar juga nggak papa. Yang penting gw mau cerita . Gw ini terlalu bosan. Terlalu bosan!. Bahkan muak, mungkin sangat muak. Mau marah juga bingung sama siapa karena memang nggak ada yang perlu di persalahkan . Yang salah semua ini adalah syetan. Salah syetan yang terus mengganggu pikiran setiap orang, yang menggangu dan menggurui hingga semua menjadi babu. Benar-benar biadab!.
Gw benci, gw benci karena semua orang berubah dan bahkan gw sendiri. Ya.. karena syetan!. gw yakin ko, bahkan yakin seratus persen, kalo gw nih orang baik. Ga hanya gw, tapi semua orang di dunia ini baik, sangat baik. Mereka adalah orang-orang suci yang punya hati. Orang-orang dengan hati yang putih. Gw yakin. Sangat yakin!!.
Gw , mereka, jadi beda, jadi berubah, jadi aneh karena syetan!. Bayangin, bagaimana bisa kami yang suci ini bisa-bisanya makan uang rakyat, bisa-bisanya disaat seperti ini mikiran dana tunjangan, disaat rakyat dan rekan-rekanku yang merana dihimpit kemiskinan dan kelaparan, disaat banjir melanda kotaku, disaat gempa dimana-mana, disaat kerusuhan terjadi dan tak henti- henti. Gw bener-bener ga habis pikir. Ko bisa!. Dimana otak ditaruh!. Kok ya bisa sampai ngotot-ngotot agar PP 37 di sahkan. Benar-benar ga habis pikir!. Padahal kita tahu, dipikir berapa kalipun, ini benar-benar ga masuk akal. Ini gila!gila!gila!. Semua serasa di perbudak dengan uang dan uang sama dengan syetan!. Pantas saja mereka abadi di NERAKA. Sangat pantas!. Bagaimana tidak, aku dan saudara-saudaraku telah di perbudaknya.
Dan gw ga habis pikir lagi, bagaimana bisa kita yang sesaudara muslim bisa saling jotos-jotosan. gw bosan bo! gw bosan denger lagi-lagi ada bentrok sesama muslim. Padahal Tuhannya kan sama. Padahal toh kita sama-sama benci syetan!. AArghkk.....
gw sendiri nih bo ! dah berusaha, berkali-kali berusaha untuk menata hati gw. Menata hati gw, bahkan menutup serapat-rapatnya untuk syetan. Karena gw yakin syetan ga pernah berhenti. Ga pernah nyerah. Mereka itu benar-benar ga tau malu. Muka badak deh pokoknya. Dah di usir jauh-jauh pake dzikir juga, mereka getol balik. Jangankan gw, ustadz gw aja kena hipnotis dia. Gila ga sih!
Yang lebih gila lagi ! guru gw aja bahkan lebih gila. Tuh guru kayaknya benar-benar termakan rayuan syetan. Eh guru gw..?! gw liat di TV ding, ada guru buat mesum ma muridnya. Keparat!!. Syetan bahkan tertawa riang. Ah, tapi gw yakin, mereka sadar ko' kalo tuh semua salah . Karena dasarnya toh mereka manusia suci. Suci dari Tuhan. Karena sebenarnya gw sendiri sadar bo, kalo apa yang gw lakuin ga bener tuh salah. Sangat-sangat sadar. tapi itu dia, kadang gengsi gw kemakan syetan. Dan gw benci!. Benci dengan Syetan!.
Dan sekarang gw tambah geram. ngederin berita baru-baru ini ada ibu yang tega mengahabisi nyawa keempat anaknya dan dia sendiri bunuh diri, hanya gara-gara ngga kuat menghadapi hidupnya yang semakin terhimpit oleh ekonomi. Katanya ngga kuat dengan ekonomi tipis, dengan alasan takut ngga mampu ngebahagiain keempat anaknya. GIla!gila!gila!. bener-bener GILA!. Syetan kayaknya dah berkarat di hati dan jiwa tuh Ibu. Dan sekarang, syetan yang ada di tubuh tuh ibu kini pasti dah berkeliaran mencari mangsa baru. AARGHH...GILA!Syetan mang dah Gila!. (040307)
Gw benci, gw benci karena semua orang berubah dan bahkan gw sendiri. Ya.. karena syetan!. gw yakin ko, bahkan yakin seratus persen, kalo gw nih orang baik. Ga hanya gw, tapi semua orang di dunia ini baik, sangat baik. Mereka adalah orang-orang suci yang punya hati. Orang-orang dengan hati yang putih. Gw yakin. Sangat yakin!!.
Gw , mereka, jadi beda, jadi berubah, jadi aneh karena syetan!. Bayangin, bagaimana bisa kami yang suci ini bisa-bisanya makan uang rakyat, bisa-bisanya disaat seperti ini mikiran dana tunjangan, disaat rakyat dan rekan-rekanku yang merana dihimpit kemiskinan dan kelaparan, disaat banjir melanda kotaku, disaat gempa dimana-mana, disaat kerusuhan terjadi dan tak henti- henti. Gw bener-bener ga habis pikir. Ko bisa!. Dimana otak ditaruh!. Kok ya bisa sampai ngotot-ngotot agar PP 37 di sahkan. Benar-benar ga habis pikir!. Padahal kita tahu, dipikir berapa kalipun, ini benar-benar ga masuk akal. Ini gila!gila!gila!. Semua serasa di perbudak dengan uang dan uang sama dengan syetan!. Pantas saja mereka abadi di NERAKA. Sangat pantas!. Bagaimana tidak, aku dan saudara-saudaraku telah di perbudaknya.
Dan gw ga habis pikir lagi, bagaimana bisa kita yang sesaudara muslim bisa saling jotos-jotosan. gw bosan bo! gw bosan denger lagi-lagi ada bentrok sesama muslim. Padahal Tuhannya kan sama. Padahal toh kita sama-sama benci syetan!. AArghkk.....
gw sendiri nih bo ! dah berusaha, berkali-kali berusaha untuk menata hati gw. Menata hati gw, bahkan menutup serapat-rapatnya untuk syetan. Karena gw yakin syetan ga pernah berhenti. Ga pernah nyerah. Mereka itu benar-benar ga tau malu. Muka badak deh pokoknya. Dah di usir jauh-jauh pake dzikir juga, mereka getol balik. Jangankan gw, ustadz gw aja kena hipnotis dia. Gila ga sih!
Yang lebih gila lagi ! guru gw aja bahkan lebih gila. Tuh guru kayaknya benar-benar termakan rayuan syetan. Eh guru gw..?! gw liat di TV ding, ada guru buat mesum ma muridnya. Keparat!!. Syetan bahkan tertawa riang. Ah, tapi gw yakin, mereka sadar ko' kalo tuh semua salah . Karena dasarnya toh mereka manusia suci. Suci dari Tuhan. Karena sebenarnya gw sendiri sadar bo, kalo apa yang gw lakuin ga bener tuh salah. Sangat-sangat sadar. tapi itu dia, kadang gengsi gw kemakan syetan. Dan gw benci!. Benci dengan Syetan!.
Dan sekarang gw tambah geram. ngederin berita baru-baru ini ada ibu yang tega mengahabisi nyawa keempat anaknya dan dia sendiri bunuh diri, hanya gara-gara ngga kuat menghadapi hidupnya yang semakin terhimpit oleh ekonomi. Katanya ngga kuat dengan ekonomi tipis, dengan alasan takut ngga mampu ngebahagiain keempat anaknya. GIla!gila!gila!. bener-bener GILA!. Syetan kayaknya dah berkarat di hati dan jiwa tuh Ibu. Dan sekarang, syetan yang ada di tubuh tuh ibu kini pasti dah berkeliaran mencari mangsa baru. AARGHH...GILA!Syetan mang dah Gila!. (040307)
Senin, Februari 19, 2007
dims 3 x 4 m (Aku Menangis)
Aku menangis, saat sendiri, aku menangis dalam hati, aku ingin berteriak tapi itu tak mungkin kulakukan. Kini ku tau, terlalu lama jenuh ternyata tak baik , terlalu lama menyendiri juga tak ada untungnya. Huaa apa yang telah kulakukan. Seharusnya keadaan seperti ini tak akan mengganguku lagi. Karena aku tau, aku sudah biasa menghadapinya. Aah, tapi ini berbeda, ternyata aku tak bisa bertahan, yaa.. walaupun masih kupaksakan akan baik-baik saja. Walau nyatanya ku meringis dalam hati. Semua memang butuh komunikasi, kehilangan waktu adalah penyesalan.
Sekarang disini aku sendiri, duduk seorang diri, dan tak ada yang datang. Dulu, disini tak begini. Disini tak sepi, dan disini selalu ada.. ternyata ku butuh kalian..
Kalian yang unik, kalian yang berbeda, kalian yang menyebalkan, kalian..aah, memang kalianlah yang terbaik, tak ada yang melebihi kalian, dan tak ada yang seperti kalian. Itulah kalian.... terlalu bodoh untuk melupakan kalian.
Hei..dimanakah kalian? Tertidur pulakah?..atau aku yang salah..ya..ini mungkin memang salahku. Seharusnya aku tak lari, seharusnya aku tak sembunyi. Arghk..sudah terlambat!menyesal dan menyesal.
Masih mencoba untuk kembali, seandainya masih bisa. Aku masih disini. Sejak mentari pagi hingga menjelang senja. Aku takkan pergi. Biar kalian mengoceh, biar kalian berkoar. Bahkan sejenak mereka tak bisa. Dulu tak ada kata "itu", yang ada kata "bisa".
Pernah ku pergi ke tempat yang sama, kukira bisa mendapatkan lebih. Kupikir bisa lebih bermakna. Nyatanya aku salah, aku tak bisa, aku tak sama dengan mereka. Karena aku adalah kalian. Kalian menuntut,tapi tak mencaci, kalian marah, tapi tak memfitnah, kalian membenci, tapi tak diam. Kalian dan aku pasti kembali.
Hei...aku disini, tak adakah yang merasakan?, dan datang menemaniku. Bodoh, kenapa aku selalu terlambat?. Kenapa selalu menunda-nunda, pernahkah ini dirasakan mereka?para tetua, para pendahulu zaman?
Heii...disini hampir malam, diruang sempit penuh memory. Memejamkan mata, mencoba membayangkan bahwa aku tak sendiri, disini. Tempat yang dulu penuh tawa, saling mancaci, mencoba untuk berdebat, sakit hati, tempat yang selalu penuh sesak hingga tak muat. Masih..aku masih disini. Didepan layar. Senja semakin menghilang. Satu keajaiban inginku saat kubuka mata , kalian ada di belakangku. Ada disini.
(180207;18:15)
Senin, September 11, 2006
Teruntuk Ayah dan Bunda, Tuhan masih selalu tersenyum pada kita......
Rabu, 02 Agustus 2006, 17:45, Di kamar kost
Jika anak dibesarkan dengan celaan, Ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan, Ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan penghinaan, Ia belajar menyesali diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi, Ia belajar menahan diri
Jika anak dibesarkan dengan dorongan, Ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan, Ia belajar keadilan
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan,
Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan
sumber: Dorothy law nolte
Ayah , Bunda....
Bersabarlah..,Ananda sedang berjuang
membawa mimpi ketempat suatu hari
Disini... tidak akan lama, tidak akan lama.
ya..kenapa Bunda? Bunda bertanya bagaimana makanku? tidak cukup uang?
ah,,,gampang Bunda, tidak usah khawatir
Nandakan bisa syaum Daud Bunda ..hehe.
Ada apa Bunda?! Bunda bilang aku akan kurus? nanti sakit-sakitan?
Wah.. tidak apa-apa Bunda, kurus-kurus tapi berisi. Nanda masih tetap aktif dan lincah kok Bunda.
Ciat..ciaat..ciat... tuh kan Bunda , tidak apa- apa..
Sakit? puasa itu justru menyembuhkan penyakitku Bunda..Sahabat Nanda pernah bilang kalau sakit, puasa saja,Begitu Bunda..
Kenapa Ayah..?!Ayah bilang ayah akan kesulitan membayar uang kuliah nanda?
Wah..jangan khawatir Ayah.
Allah maha pengasih. IA tidak pernah tidur
Nanda ingat kata HR Muslim .
"Siapa mendapat cobaan ( kesulitan, kesusahan, kemiskinan, dan sebagainya) dalam memelihara atau merawat anak-anaknya, tetapi dia tetap berusaha merawat mereka sebaik-baiknya, maka semua cobaan itu menjadi dinding baginya dari neraka ".
"Siapa mendapat cobaan ( kesulitan, kesusahan, kemiskinan, dan sebagainya) dalam memelihara atau merawat anak-anaknya, tetapi dia tetap berusaha merawat mereka sebaik-baiknya, maka semua cobaan itu menjadi dinding baginya dari neraka ".
Maka bersabarlah ayah, bersabarlah...
Nanda akan belajar. Nanda akan mendapatkan beasiswa
We have much Moslem family in the world dad,,,
Banyak jalan ayah....
Nandakan bisa bekerja..buat bantu ayah..
Kenapa Ayah ?!? Ayah bilang Nanda akan malu?
ah.. tidak ayah. Tidak sama sekali.
Bukankah ini Halal. Bekerja itu menyenangkan.Nanda tidak malu. Nanda justru merasa hebat, bisa membantu ayah. Dibandingkan mereka..
loh..sekarang kenapa Ayah Bunda menangis? Apa!? kalian bilang kalian akan jarang menegokku disini, karena tak ada ongkos buat kemari?
Ayah...Bunda.. Nanda bukan anak kecil lagi.Nanda sudah menjadi mahasiswa!
Nanti..rasa kangen Nanda akan nanda sampaikan kepada ALLAH, terus.. nanti Allah akan menyampaikannya kepada Ayah dan Bunda. Allahkan punya banyak malaikat...
Tidak apa-apa Ayah..tidak apa-apa Bunda...
Nanda senang tiap pagi berjalan ke kampus..
Nanda senang tiap hari makan nasi jagung
Nanda senang walau Ayah Bunda jarang hadir disini
Nanda akan selalu tersenyum..
Biar Ayah Bunda tidak khawatir padaku...
Nanda akan selalu ceria..
biar ALLah pun selalu tersenyum padaku :)
Kepada kawan,kepada sahabat, kepada bu warung, kepada bu dosen, pak dosen, Kepada DUNIA...!
Nanda akan selalu tersenyum..
Nanda tidak akan menangis..tidak akan menangis.........
Jumat, 04 Agustus 2006, 00:45 Dini hari, Di kamar kost
" Demikian itu disebabkan karena perbuatan tanganmu sendiri. sesungguhnya Allah sekali-kali tidak menganiaya hambanya " ( Al-Anfaal (8):51)
Selamat malam Ayah...Bunda...
Tulisan ini entah yang keberapa kalinya kutuliskan untuk kalian.
Bagaimana keadaan Ayah dan Bunda?
Nanda...?1?
ah..Alhamdulilah ..Nanda disini masih bisa tersenyum pada dunia.Namun entahlah, apakah hanya lahir nanda yang mampu tersenyum sedang batinku menangis. Mampukah kusembunyikan ini kepadamu ayah... Saat akhirnya kuberlari bagai pengecut dan menangis. Nanda telah kalah.
Maafkan nanda ayah..Nanda tak mampu membendungnya.
ya bunda.. maafkan nanda. Embun mata ini akhirnya pecah. Nanda telah gagal. Nanda gagal di semester ini . Nanda khilaf, nanda terlalu ceroboh, Nanda terlalu...ah
Ayah... jangan kau hukum nanda karena diammu, karena nanda tau ayah tak pernah mengetahuinya . Sanggupkah nanda mengatakan bahwa nanda gagal...?. Sanggupkah nanda menahan sakit ini dan bangkit kembali?
begitu banyak harapan yang ayah bunda berikan pada nanda . Begitu banyak senyum dan doa yang ayah tanamkan pada sebuah mimpi.Yang ayah telah nantikan di kemudian hari.
Bagaimana bisa Nanda lupa akan itu semua..Mampukah nanda kembali pada hari yang membanggakan itu. Mampukah nanda mengembalikannya..
Bunda..begitu besarkah arti sebuah nilai ..
Apakah suatu kebanggaan hanya didapat dengan bernilai A ?
ayah, katakanlah padaku. apa nanda telah gagal? Apa nanda saat ini tak berarti lagi. Apakah senyummu begitu berarti dalam sebuah nilai ?
Ah.. hati ini begitu sakit bunda. Sakit.. Nanda telah mengecewakan bunda. Nanda tak ingin bunda tau. Bibir ini terlalu beku untuk bertemu. Nanda tak ingin ayah kecewa.
Biar nanda simpan saja. Biar nanda yang menangis sendiri. Biar nanda saja yang merasa sakit...
Nanti, kan kubawakan mimpi yang lain. Nanda berjanji, InsyaAllah takkan khilaf lagi. Mungkin malam ini, nanda perlu menutup mata. Merenung dan instropeksi. Besok, embun mata ini takkan pecah lagi . cukup hari ini..
Bu dosen, pak dosen ...maafkan saya yang mungkin sedikit mengecewakan. Tapi, saya yakin anda pun pasti punya anak . Maka mengertilah..mengertilah.. kami bukan seharga nilai..kami hanya seorang anak. Yang berusaha berlari terseok mengejar mimpi...
Selamat malam ayah..selamat malam bunda..selamat malam bu dosen, pak dosen. selamat malam kepada semua yang terbangun malam ini. Tuhan masih selalu tersenyum pada kita . ... Allahu ya Azis..ya aliimu..ya ghofar
"....dan sekali-kali tidaklah Rabbmu menganiaya hamba-hambaNya" Fush shilat(41):46
Senin, 11 September 2006 04:45 dini hari, di kamar kost
SELAMAT PAGI ALLAH...!!!1
Bismillahirrahmanirrahim.....cukup hari lalu. Kan kumulai dengan yang baru.
Selamat pagi Ayah..Selamat pagi Bunda...Selamat pagi kawan, pak dosen, Bu Dosen...selamat pagi semua...Selamat pagi DUNIA! Semangat...semangat..semangat..!!
SEMANGAAAAT!!!
Ayah..bunda.. nantikan nanda dikemudian hari...mimpi itu kan kubawakan untukmu.
Sungguh .aku mencintai diriku. Nanda akan berjuang lagi. Doakan nanda ya bunda..Bismillah...
Rabu, Agustus 02, 2006
AKU HANYA SEORANG ANAK
Pak...
saya tak mengerti mengapa kau membenciku
Sebegitu mendalamnya kah dihatimu
hingga memvonisku nilai C
Nilai yang membuatku jatuh
dan apa salahku..?
Pernahkah kumenyakitimu
adakah aku penjahat di matamu
tak berartikah niatku selama ini
Tak berartikah kerjaku di depanmu..?
Pak...
Haruskah sebuah nilai di dapat dari kebaikanmu
dan pembelajaran tak berarti ?
Pak....
seandainya kau yang mengalaminya,
atau anakmu kelak di suatu hari
Sakitkah hati dinilai secara subyektif ?
Pak..
Pernahkah terbayang jiwa seorang anak yang kau nilai
pernahkah kau mengalami sakit yang mendalam
Ibarat dituduh membunuh
padahal kau tak tak membunuh
Pak..
taukah kau akibatnya?
Tak hanya aku..mungkin mereka
aku tak tau jika memang ada
Semoga hanya aku
Pak...
Kami bukanlah boneka yang bisa di mainkan sebagai coba-coba
kami manusia ,
seorang anak dari seorang ibu, seperti anakmu...
Seorang anak dari seorang ayah
seorang anak yang mereka nanti
Putri disuatu hari...
(020806)
saya tak mengerti mengapa kau membenciku
Sebegitu mendalamnya kah dihatimu
hingga memvonisku nilai C
Nilai yang membuatku jatuh
dan apa salahku..?
Pernahkah kumenyakitimu
adakah aku penjahat di matamu
tak berartikah niatku selama ini
Tak berartikah kerjaku di depanmu..?
Pak...
Haruskah sebuah nilai di dapat dari kebaikanmu
dan pembelajaran tak berarti ?
Pak....
seandainya kau yang mengalaminya,
atau anakmu kelak di suatu hari
Sakitkah hati dinilai secara subyektif ?
Pak..
Pernahkah terbayang jiwa seorang anak yang kau nilai
pernahkah kau mengalami sakit yang mendalam
Ibarat dituduh membunuh
padahal kau tak tak membunuh
Pak..
taukah kau akibatnya?
Tak hanya aku..mungkin mereka
aku tak tau jika memang ada
Semoga hanya aku
Pak...
Kami bukanlah boneka yang bisa di mainkan sebagai coba-coba
kami manusia ,
seorang anak dari seorang ibu, seperti anakmu...
Seorang anak dari seorang ayah
seorang anak yang mereka nanti
Putri disuatu hari...
(020806)
Jumat, Juli 14, 2006
TUGAS....OH..TUGAS
Hari- hari menjelang endtest. Beberapa mahasiswa sibuk.... Bolak balik masuk rental komputer, bolak- balik sibuk masuk kost satu ke kost yang lain. Semua terlihat sibuk..kening berkerut, wajah tertekuk, sibuk mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas . Ya.. TUGAS!. Bukan sibuk belajar persiapan endtest. Bahkan sehari sebelum hari H. hampir semua sibuk di depan komputer. Hingga larut malam, di bela-belain bergadang. Menyelesaikan TUGAS!. namanya juga mahasiswa Bung !. Sepertinya minggu ini telah di nobatkan sebagai minggu penyelesaian TUGAS !!
Dilematis ! Tapi inilah yang terjadi. Seperti malam ini, dua manusia sejenis telah berniat bergadang dalam ruang 3x 3,5 untuk mengetik laporan dari tugas ABC yang belum terselesaikan secara bergantian. Dengan terkantuk-kantuk, mata pedih, di tambah perut agak sedikit keroncongan gara-gara lupa makan atau entahlah karena malas untuk beranjak. Alasan lain " ngirit...uangnya mending buat fotokopi tugas, buat ngeprint,rental , jilid tugas". Salah satu dari mereka berteriak " Wadooohhh.....2 hari lagi endtest, belum BELAJAR bo! Tugasnya mana bejibun. Ya ALLAH.. Proyek dan programku masih gagal pula...
Sementara sebagian manusia di bagian bumi kost yang lain ada yang jingkrak-jingkrak kegerahan garuk-garuk kepala, mata melotot gara-gara proyek programnya selalu terpampang tulisan " ERROR 3 : UNKNOWN IDENTIFIER " dengan warna merah. Sebagian yang lain justru hampir pingsan gara-gara proyeknya justru 'jebluk' gara-gara saking ngantuknya membuatnya salah pasang IC. Dan sebagian yang lainnya lagi bahkan menangis-nangis hampir koma gara-gara seluruh datanya hilang alias lenyap habis terkena virus.AAAAKKRRGGHH !!!!. Kalau ngga ada tugas, bukan mahasiswa namanya. Belajar endtesnya kapan?. Yang lain menimpali " Hallaaah.. gampang. Belajarnya pas malam senennya aja . Sekarang yang penting tugas selesai dulu" Hehe..SKS maksudnya?Sistem kebut Semalam. Ternyata masih jaman ya... belajar sistem begini. Merakyat kaleee...membudidaya turun temurun Bung !!.
Malam semakin larut. Ditemani suara jangkrik dibalik jendela dan lirihan musik dari radio, kipas angin dengan volum 1 2 manusia itu masih berkutat dengan apa yang ada di depannya masing-masing. Tumpukan buku bertebaran dilantai, kasur diatas komputer, kolong ranjang, belakang lemari... Yang satu akhirnya berkata " Gantian Gih ngetiknya..tinggal 8 JoB lagi nih " .Sesuai kesepakatan mereka bagi2 tugas sementara yang lain istirahat " tak tinggal tidur bentar ya..nanti kalau sudah, aku bangunin.". kerjapun dilanjutkan, disamping kawannya yang tertidur. hingga malam beranjak, dan setan-setanpun berkelioaran, meniupkan godaan perlahan-lahan dan iapun terlelap, lelah..menanti akan adanya keributan di pagi hari. Sedang dibumi kost bagian lainnya listrik tiba-tiba padam dan..." AAAGRRKKGR...BELUM DI SAVEEEEEEE......" (140706;02:04)
Dilematis ! Tapi inilah yang terjadi. Seperti malam ini, dua manusia sejenis telah berniat bergadang dalam ruang 3x 3,5 untuk mengetik laporan dari tugas ABC yang belum terselesaikan secara bergantian. Dengan terkantuk-kantuk, mata pedih, di tambah perut agak sedikit keroncongan gara-gara lupa makan atau entahlah karena malas untuk beranjak. Alasan lain " ngirit...uangnya mending buat fotokopi tugas, buat ngeprint,rental , jilid tugas". Salah satu dari mereka berteriak " Wadooohhh.....2 hari lagi endtest, belum BELAJAR bo! Tugasnya mana bejibun. Ya ALLAH.. Proyek dan programku masih gagal pula...
Sementara sebagian manusia di bagian bumi kost yang lain ada yang jingkrak-jingkrak kegerahan garuk-garuk kepala, mata melotot gara-gara proyek programnya selalu terpampang tulisan " ERROR 3 : UNKNOWN IDENTIFIER " dengan warna merah. Sebagian yang lain justru hampir pingsan gara-gara proyeknya justru 'jebluk' gara-gara saking ngantuknya membuatnya salah pasang IC. Dan sebagian yang lainnya lagi bahkan menangis-nangis hampir koma gara-gara seluruh datanya hilang alias lenyap habis terkena virus.AAAAKKRRGGHH !!!!. Kalau ngga ada tugas, bukan mahasiswa namanya. Belajar endtesnya kapan?. Yang lain menimpali " Hallaaah.. gampang. Belajarnya pas malam senennya aja . Sekarang yang penting tugas selesai dulu" Hehe..SKS maksudnya?Sistem kebut Semalam. Ternyata masih jaman ya... belajar sistem begini. Merakyat kaleee...membudidaya turun temurun Bung !!.
Malam semakin larut. Ditemani suara jangkrik dibalik jendela dan lirihan musik dari radio, kipas angin dengan volum 1 2 manusia itu masih berkutat dengan apa yang ada di depannya masing-masing. Tumpukan buku bertebaran dilantai, kasur diatas komputer, kolong ranjang, belakang lemari... Yang satu akhirnya berkata " Gantian Gih ngetiknya..tinggal 8 JoB lagi nih " .Sesuai kesepakatan mereka bagi2 tugas sementara yang lain istirahat " tak tinggal tidur bentar ya..nanti kalau sudah, aku bangunin.". kerjapun dilanjutkan, disamping kawannya yang tertidur. hingga malam beranjak, dan setan-setanpun berkelioaran, meniupkan godaan perlahan-lahan dan iapun terlelap, lelah..menanti akan adanya keributan di pagi hari. Sedang dibumi kost bagian lainnya listrik tiba-tiba padam dan..." AAAGRRKKGR...BELUM DI SAVEEEEEEE......" (140706;02:04)
Selasa, Juli 11, 2006
CERITA DIHARI NANTI..
Tahun ajaran baru telah dimulai lagi, selamat datang para mahasiswa baru..,selamat datang di duniamu yang baru, dunia yang berwarna .dunia yang butuh kemandirian, dunia yang saatnya kau di sebut dewasa..Remaja yang mencari jatidiri. mencoba menjadi diri sendiri. ya..dunia yang kau bayangkan adalah dunia yang istimewa, Dimana saatnya daya pikirmulah yang digunakan. Dunia yang telah kau nanti-nantikan . Namun tak semua remaja merasakan, dunia yang mahal, yang butuh pengorbanan, yang butuh perjuangan. Beruntunglah kalian.Mahasiswa. ya, sebuah fase yang katanya istimewa. Yang dapat merubah zaman. Memasuki sebuah kampus. Seorang mahasiswa baru takkan terlepas dengan yang namannya ospek. ya..walaupun namanya telah berubah-ubah disebabkan adanya insisden-insiden yang tak diinginkan atau sekedar dirasa tak relevan lagi. toh bentuk kegiatannya tetap sama. OSPEK.Lagipula tak lengkap rasanya menjadi seorang mahasiswa jika tanpa adanya ospek. Tidak munafik, secapek bagaimanapun badan saat kegiatan ospek, mengeluh ini itu. Kegiatan ospek toh akan menjadi sebuah bahan cerita yang menarik dikemudian hari.
Ospek selalu menjadi perhatian banyak orang tiap tahunnya. hingga isu-isu yang berkembang di masyarakat dengan adanya tindakan kekerasan, menyebabkan timbulnya kontroversi disana sini mengenai pengadan kegiatan Ospek. Namanya pun kemudian berubah-ubah. Dari mulai Mapram ( masa prabakti mahasiswa), maperma ( masa perkenalan mahasiswa), OS ( orientasi Studi), POSMA, BISMa ,dan nama-nama lainnya, setiap kampus punya nama-nama sendiri. Di dikampusku sendiri ada yang namanya Warna kemudian KIBAR, LDK, OPEMA, dan entah apa lagi. Toh tetap saja terlaksana. Ospek takkan berubah. OSPEK tetaplah OSPEK. Cuma masalahnya terkadang kegiatan ini disalah gunakan oleh para senior yang tidak bertanggungjawab. Merasa berkuasa, seakan-akan peraturan yang di buat adalah benar. Dan mahasiswa junior selalu salah. Kadang karena telah merasa mahasiswa senior, mereka berhak melakukan apa saja, termasuk menyakiti junior. woii padahal itu anak orang Bung!. Mereka masuk kampus juga bayar. Tujuan mereka pun sama. Kuliah. mengejar mimpi!. Hanya senior yang kurang waras saja yang melakukan penyalahgunaan ospek secara sangat tidak wajar.
Tapi tidak semua senior dikampus demikian dan tidak semua universitas maupun akademik demikian. Kegiatan OSPEK memiliki maksud yang positif. sangat baik, jika ini benar-benar dilaksanakan sesuai fungsinya. Dan benar-benar akan sangat menarik. Yakin deh ini akan menjadi cerita yang akan sangat menarik kelak. Bandingkan saja dengan mereka yang tak melaksankan OSPEK. Semua akan datar-datar saja. Jadi, sebagai mahasiswa baru , jalani dan nikmati saja kegiatan ospek ini. Suatu tindak kekerasan saya kira bukan jamannya lagi, yang ada adalah ketegasan. Namun bagi mahasiswa junior pun, jangan karena telah begitu banyak pembelaan oleh masyarakat, tindak ketegasan mahasiswa senior pun disalah artikan sebagai tindak kekerasan. Mahasiswa bukan lagi anak manja. ya..setidaknya senior dan junior saling mengertilah. kita pikir, sebagai mahasiswa telah taulah mana yang layak dan tidak layak, mana yang baik dan tidak baik, mana yang wajar dan tidak wajar. Capek, dikerjain, ah biasa..masih wajar kok. lakukan saja dengan senyuman. Toh takkan lama, semua itu akan berlalu. Ambil hikmah dan positifnya saja.
Ospek selalu menjadi perhatian banyak orang tiap tahunnya. hingga isu-isu yang berkembang di masyarakat dengan adanya tindakan kekerasan, menyebabkan timbulnya kontroversi disana sini mengenai pengadan kegiatan Ospek. Namanya pun kemudian berubah-ubah. Dari mulai Mapram ( masa prabakti mahasiswa), maperma ( masa perkenalan mahasiswa), OS ( orientasi Studi), POSMA, BISMa ,dan nama-nama lainnya, setiap kampus punya nama-nama sendiri. Di dikampusku sendiri ada yang namanya Warna kemudian KIBAR, LDK, OPEMA, dan entah apa lagi. Toh tetap saja terlaksana. Ospek takkan berubah. OSPEK tetaplah OSPEK. Cuma masalahnya terkadang kegiatan ini disalah gunakan oleh para senior yang tidak bertanggungjawab. Merasa berkuasa, seakan-akan peraturan yang di buat adalah benar. Dan mahasiswa junior selalu salah. Kadang karena telah merasa mahasiswa senior, mereka berhak melakukan apa saja, termasuk menyakiti junior. woii padahal itu anak orang Bung!. Mereka masuk kampus juga bayar. Tujuan mereka pun sama. Kuliah. mengejar mimpi!. Hanya senior yang kurang waras saja yang melakukan penyalahgunaan ospek secara sangat tidak wajar.
Tapi tidak semua senior dikampus demikian dan tidak semua universitas maupun akademik demikian. Kegiatan OSPEK memiliki maksud yang positif. sangat baik, jika ini benar-benar dilaksanakan sesuai fungsinya. Dan benar-benar akan sangat menarik. Yakin deh ini akan menjadi cerita yang akan sangat menarik kelak. Bandingkan saja dengan mereka yang tak melaksankan OSPEK. Semua akan datar-datar saja. Jadi, sebagai mahasiswa baru , jalani dan nikmati saja kegiatan ospek ini. Suatu tindak kekerasan saya kira bukan jamannya lagi, yang ada adalah ketegasan. Namun bagi mahasiswa junior pun, jangan karena telah begitu banyak pembelaan oleh masyarakat, tindak ketegasan mahasiswa senior pun disalah artikan sebagai tindak kekerasan. Mahasiswa bukan lagi anak manja. ya..setidaknya senior dan junior saling mengertilah. kita pikir, sebagai mahasiswa telah taulah mana yang layak dan tidak layak, mana yang baik dan tidak baik, mana yang wajar dan tidak wajar. Capek, dikerjain, ah biasa..masih wajar kok. lakukan saja dengan senyuman. Toh takkan lama, semua itu akan berlalu. Ambil hikmah dan positifnya saja.
SANG DALANG
Puluhan Mahasiswa berlari menuju lapangan. Berebut dan tergesa. tak peduli berat dan ribetnya atribut yang mereka kenakan. Peluh mengucur dengan perut yang mungkin masih kosong keroncong.Berangkat pagi buta yang mungkin badanpun tak sempat terguyur air. Detak jantung berdegup kencang menahan sebuah rasa ketakutan. Tangan yang dingin berharap tak kena inspeksi. wajah- wajah di depannya seolah-olah telah berubah menjadi setan yan menakutkan. Suara seakan tersekat, tenggelam dan tertelan. Tak lepas untuk mantan seorang komandan kopassus atau ketua osis sekalipun yang identik mampu berkoar nyaring hanya terdiam dan rebah bahkan untuk seorang yang dulunya preman atau jagoan kelas. Aneh...namun mereka pernah mengalami sang pelaku atau yang " dilaku ". Aneh...seolah tak pernah terjadi. Lucu... seakan ini cerita pertama sepanjang hidup..
Peranan atau kita yang berperan didalamnya!?. Sebuah cerita dengan akhir yang dapat di tebak ataukah kita yang bodoh?. Yang kadang menimbulkan nyata . Terbawa arus ?!. Keduanya pun terjebak dengan peran. Sebuah cerita yang sempurna . Apik. Yang terkadang menjadi sebuah kontroversi sampai permasalahan dunia. Benar-benar membuat kita tak habis pikir. Lucu.. itulah cerita. Ikut bermain mengikuti ataukah terjebak menghayati sebuah peran?. Hebat. Coba pertanyakan, lalu siapa tuan dari semuanya? Siapa ujung, sutradara, dalang dari cerita ? Bukan pelaku atau yang melakukan, bukan ? Karena keduanya berada dalam cerita . Lalu siapa.. mungkinkah orang " tertinggi " di kampus ini ? Entahlah... jalani saja. Anggap saja sebuah cerita. sepenggal kisah dalam hidup. Menyakitkan, namun kadang dirindukan. Jangan munafik..Bukan begitu ?.( 110706)
Peranan atau kita yang berperan didalamnya!?. Sebuah cerita dengan akhir yang dapat di tebak ataukah kita yang bodoh?. Yang kadang menimbulkan nyata . Terbawa arus ?!. Keduanya pun terjebak dengan peran. Sebuah cerita yang sempurna . Apik. Yang terkadang menjadi sebuah kontroversi sampai permasalahan dunia. Benar-benar membuat kita tak habis pikir. Lucu.. itulah cerita. Ikut bermain mengikuti ataukah terjebak menghayati sebuah peran?. Hebat. Coba pertanyakan, lalu siapa tuan dari semuanya? Siapa ujung, sutradara, dalang dari cerita ? Bukan pelaku atau yang melakukan, bukan ? Karena keduanya berada dalam cerita . Lalu siapa.. mungkinkah orang " tertinggi " di kampus ini ? Entahlah... jalani saja. Anggap saja sebuah cerita. sepenggal kisah dalam hidup. Menyakitkan, namun kadang dirindukan. Jangan munafik..Bukan begitu ?.( 110706)
Jumat, Juni 02, 2006
SATU KEAJAIBAN DALAM AYAT-NYA
Mataku terpaku pada apa yang kulihat didepanku, suatu hal yang tanpa sengaja kutemukan. SubhanaAllah, betapa besar kuasanya, dadaku terasa bergetar, tanganku terasa dingin. Pipiku basah karenanya.Benar-benar luar biasa!. Berulang-ulang saya terus membacanya kata demi kata......ALLAHU AKBAR !! ini benar-benar kuasa Tuhan. Kulihat tahun penulisanya Okt 99', itu artinya sudah 7 tahun artikel ini tertulis. Kenapa baru sekarang saya baru tahu ? Ataukah yang lain sudah mengetahuinya.
Ah....tidak apa-apa saya akan menuliskan kembali apa yang baru-baru ini saya temukan. Sedikit berbagi dengan yang lain. Semoga ini bisa menambah dan mempertebal iman kita.
Ini penemuan saya..:
(penelitian Dr. Ahmad Khan Samer Chowadhary dari Duke University)
[Hudzaifah.org]
Ketika menjejakkan kaki di kantor Dr. Ahmad Khan, perasaan saya berkata, wawancara kali ini bukanlah wawancara biasa. Perasaan ini muncul karena salam penuh semangat Dr. Ahmad Khan. Mata Dr. Ahmad Khan berbinar-binar. Dia seperti sedang menekan kebahagiaan yang luar biasa. Lelaki di hadapan saya bukanlah Dr. Ahmad Khan yang di kenal rekan-rekannya sebagai pria lembut dan pemalu. Dr. Ahmad Khan ini penuh percaya diri dan tenang.
Saya mulai bertanya-tanya pada diri saya sendiri apakah saya tidak salah mendengar berita yang membawa saya kepadanya? Dr. Ahmad Khan menuturkan, dia tidak hanya menemukan bukti tentang pengarang Al Qur'an, namun juga "pengarang" manusia !
Hanya sedikit yang saya ketahui ketika melangkahi pintu lab genetik. Saya tidak mengira akan menemui ilmuan yang penemuannya akan sehebat Galileo, Newton dan Einstein. Saya pikir saya akan sekedar mewawancarai perkembangan bukunya tentang genetik dan islam. Saya merancang pertanyaan sekitar moralitas kloning, sedikit sisipan tentang ilmu genetik dan bagaimana menempatkan genetik dalam perspektif islam. Bayangkan saya berantakan
--- Saya teranganga " Anda bercanda, kan?" ---
" Tidak! Subhanallah! Tidak! " Dia tertawa sangat lebar sembari menyingkirkan tumpukan kertas di mejanya. Saya menoleh pada dinding kantornya. Kalau tidak karena kaligrafi ayat kursi dan foto keluarga, dinding itu kosong. Tidak ada pertanda ruangan ini di tempati lulusan Summa Cumlaude dari Duke Uiversity. Walau dia ilmuan muda yang tegah menanjak, terlihat cintanya tertumpah hanya untuk Allah dan penelitiannya, ijasah dan penghargaan, baginya sekedar sebentuk kertas. Pertanyaan yang saya siapkan tidak sesuai lagi. Saya mencoba menggali bagaimana sebenarya penemuan dan apa sesugguhnya yang dia dapatkan.
" Telah beberapa tahun sejak pendidikan doktoral, saya berfikir tentang kemugkina adaya iformasi lain salain konstruksi polipeptida yag di bangun dari kodon DNA. Setelah shalat Jum'at, saya mendapatkan gambaran samar. Saat itu imam membaca satu ayat dan saya megaitkanya dega DNA "
Dr. Khan bagkit, meraih Al Qur'an di rak tertigginya. Al Qur'an itu lecek. Kombinasi yang menarik, ilmuan dan pecinta kitab suci. Dr. Khan mencium Al Qur'an dan membuka halaman tertentu " Audhu billaahi min asy syatan ir-rajiim. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wafi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-Haqq..." artinya :
" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan PADA DIRI MEREKA SENDIRI, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'a itu adalah benar...."
---- " surat apa itu ? "----
"Fussilat ayat 53. Kamu mungkin pernah mendengar ilmuan bernama Keith Moore ?"
--- " Rasanya.... Bisa menyegarkan ingatan saya?"---
" Keith Moore ahli embriologi. Setelah membaca Qur'an, dia melihat kesamaan antara penjelasan Al Qur'an dengan ilmu pengetahuan modern. Dari sini dapat kita simpulkan Qur'an memberika bukti kebenaran dalam diri kita. Empat belas abad yang lalu mikroskopis belum di kenal. Saya lantas menyadari Qur'an memiliki beberapa tingkatan arti. Sebagian hanya di ketahui Allah. Ketika medengar surat itu, saya lihat 'ayatiinaa', menggunakan kata yang sama maknanya dengan ayat Allah. Dan 'ayatiinaa' ini ada dalam diri manusia. Saya mempelajari genetik. Saya memperkirakan ayat yang dimaksud ada dalam DNA kita."
----" Spekulasi bukan ?"---
"Pertama kali , ya. selanjutnya saya memperoleh petunjuk samar. Ada kemungkinan ayat Qur'an bagian gen manusia. Satu hal yag perlu di catat, banyak DNA hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini di sebut junk DNA atau DNA sampah. Masya Allah, ternyata area itu dari makna sampah. Sebalikya itu adalah kata dari Allah, Pencipta, tanda kebesaran Allah, bahwa Allah yang memberi nafas kehidupan kita."
---" Bagaimana Anda menguji hipotesa Anda dan dengan siapa lagi Anda mendiskusikan ini?"---
"Lab Gen mendapatkan proyek dari pemeritah untuk meneliti gen dan kecerdasan. Ketika ide ini mucul, kami sedang berkonsentrasi pada area kromosom 19. Saya berdiskusi dengan adik lelaki saya, Imran. Imran ahli analisa sistem. Saya mengajaknya berfikir tentang cara menemukan ayat Al Qur'a dalam kromosom 19. Ini pekerjaan sulit. Kami harus menemukan huruf arab yang mungkin di bentuk dari kodon melalui sistem perlambangan dan meneliti apakah kombinasi ini menghasilkan ayat Al Qur'an. Januari tanggal 2, pukul 2 pagi lalu kami menemukan ayat yang pertama, alhamdulillah. " Audhu billahi min asy sytan ir-rajim.Bismillaahirraahmaanirrahim. Iqra bismirabbika ladzi khalq " Artinya : "Bacalah degan nama Tuhan yanng menciptakan!"
---" Ayat yang pertama di turunkan pada Rasulullah SAW?"----
"Ya! Saya juga terkejut. Begitu kami menemukan ayat yang pertama, ayat yang lain muncul satu demi satu secara cepat. Sejauh ini kami telah menemukan 1/10 ayat Qur'an. Setelah itu tersendat. Kendalanya masih banyak gen yang belum diteliti ilmuan. Walaupun kami ingin meyebarkan penemuan kami secepatnya, kami harus meyakinkan kepala kami terpasang dengan benar. Beberapa pekan lalu saya berdiskusi dengan beberapa ahli genetik. Semoga penemuan ini bisa di sebarluaskan musim gugur ini.
Saya yakin penemuan ini luar biasa dan saya berani mempertaruhkan karir saya untuk ini. Saya telah membicarakan penemuan saya dengan dua rekan lab saya. Percayalah, ini kali pertama Clive dan mMartin (dua rekan kerja) mau berdiskusi tentang agama atau islam. Saya juga menyurati dua ilmuan yag selama ini sinis terhadap islam; Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreismana dari Universitas Berlin. Saya yakin mereka takkan sinis lagi."
Dr. Khan menyodorkan dua halaman kertas. Yang satu di penuhi huruf T, C, G dan A. Yanng lain huruf arab yag jelas terbaca, bahkan 'Qaf' dengnan dua titiknya. Saya menanyakan artiya.
"Surat Al Baqarah ayat 6, bunyinya : "Bagi orang tak beriman, sama saja bagi mereka apakah kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan; mereka tak kan percaya"
Halaman yang satu lagi memuat kombinasi nucleotida. Setiap tiga kode melambangkan satu huruf arab."
---"Apakah ada pesan untuk para pembaca ?"---
"Semoga penerbitan buku saya " Qur'an dan generik " semakin menyadarkan umat islam, Islam jalan hidup yanng lengkap. Kita tidak bisa memisahkan agama dari ilmu, politik, pedidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari tak ada gunanya mempertentangkan ilmu dan agama."
Saya menghirup minuman saya, menatap mata coklat Dr. Khan seksama. Saya yakin Isnya Allah sedang menatap masa depan umat.
Subhanallah, luar biasa bukan ! Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran kawanku saat ini. Saya terus memikirkannya. Bayangkan jika satu kata saja dalam Firman Allah begitu besar artinya, dan luar biasa kuasa yang diperlihatkan. Mungkinkah kata-kata dalam ayat-ayat Allah yang lain juga terdapat kekuasaan Allah. Dan ya..... Saya yakin pasti ada. Tak ada yang sia-sia dari apa yang telah diciptakanNya. Dan kemudian saya berfikir lagi, seandainya ilmuan-ilmuan besar eropa di sana seperti Einstein, Galileo, Newton dan ilmuan-ilmuan besar lainnya adalah seorang muslim, penganut agama Allah, mungkin mereka akan menemukan hal-hal yang lebih besar dan hebat lagi dari apa yang telah mereka temukan dulu. Dan saya pun berkata dalam hati, betapa meruginya mereka. Lalu apakah kita juga akan mejadi orang yang merugi?.
Kawanku belum ada kata terlambat. Masih banyak ayat-ayat Allah yang perlu digali kebesarannya. Masih banyak rahasia yang disembunyikan Allah dalam ayatNya. Semoga saja dengan ini kita semakin semangat untuk menuntut ilmu. Benar kata Dr. Khan, kita tidak bisa memisahkan agama dari ilmu, politik, pendidikan atau seni.(Mty,TA 15.020606)
Ah....tidak apa-apa saya akan menuliskan kembali apa yang baru-baru ini saya temukan. Sedikit berbagi dengan yang lain. Semoga ini bisa menambah dan mempertebal iman kita.
Ini penemuan saya..:
(penelitian Dr. Ahmad Khan Samer Chowadhary dari Duke University)
[Hudzaifah.org]
Ketika menjejakkan kaki di kantor Dr. Ahmad Khan, perasaan saya berkata, wawancara kali ini bukanlah wawancara biasa. Perasaan ini muncul karena salam penuh semangat Dr. Ahmad Khan. Mata Dr. Ahmad Khan berbinar-binar. Dia seperti sedang menekan kebahagiaan yang luar biasa. Lelaki di hadapan saya bukanlah Dr. Ahmad Khan yang di kenal rekan-rekannya sebagai pria lembut dan pemalu. Dr. Ahmad Khan ini penuh percaya diri dan tenang.
Saya mulai bertanya-tanya pada diri saya sendiri apakah saya tidak salah mendengar berita yang membawa saya kepadanya? Dr. Ahmad Khan menuturkan, dia tidak hanya menemukan bukti tentang pengarang Al Qur'an, namun juga "pengarang" manusia !
Hanya sedikit yang saya ketahui ketika melangkahi pintu lab genetik. Saya tidak mengira akan menemui ilmuan yang penemuannya akan sehebat Galileo, Newton dan Einstein. Saya pikir saya akan sekedar mewawancarai perkembangan bukunya tentang genetik dan islam. Saya merancang pertanyaan sekitar moralitas kloning, sedikit sisipan tentang ilmu genetik dan bagaimana menempatkan genetik dalam perspektif islam. Bayangkan saya berantakan
--- Saya teranganga " Anda bercanda, kan?" ---
" Tidak! Subhanallah! Tidak! " Dia tertawa sangat lebar sembari menyingkirkan tumpukan kertas di mejanya. Saya menoleh pada dinding kantornya. Kalau tidak karena kaligrafi ayat kursi dan foto keluarga, dinding itu kosong. Tidak ada pertanda ruangan ini di tempati lulusan Summa Cumlaude dari Duke Uiversity. Walau dia ilmuan muda yang tegah menanjak, terlihat cintanya tertumpah hanya untuk Allah dan penelitiannya, ijasah dan penghargaan, baginya sekedar sebentuk kertas. Pertanyaan yang saya siapkan tidak sesuai lagi. Saya mencoba menggali bagaimana sebenarya penemuan dan apa sesugguhnya yang dia dapatkan.
" Telah beberapa tahun sejak pendidikan doktoral, saya berfikir tentang kemugkina adaya iformasi lain salain konstruksi polipeptida yag di bangun dari kodon DNA. Setelah shalat Jum'at, saya mendapatkan gambaran samar. Saat itu imam membaca satu ayat dan saya megaitkanya dega DNA "
Dr. Khan bagkit, meraih Al Qur'an di rak tertigginya. Al Qur'an itu lecek. Kombinasi yang menarik, ilmuan dan pecinta kitab suci. Dr. Khan mencium Al Qur'an dan membuka halaman tertentu " Audhu billaahi min asy syatan ir-rajiim. Bismillaahirrahmaanirrahiim. Sanuriihim ayatinaa filafaaqi wafi anfusihim hatta yatabayyana lahum annahu ul-Haqq..." artinya :
" Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan PADA DIRI MEREKA SENDIRI, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'a itu adalah benar...."
---- " surat apa itu ? "----
"Fussilat ayat 53. Kamu mungkin pernah mendengar ilmuan bernama Keith Moore ?"
--- " Rasanya.... Bisa menyegarkan ingatan saya?"---
" Keith Moore ahli embriologi. Setelah membaca Qur'an, dia melihat kesamaan antara penjelasan Al Qur'an dengan ilmu pengetahuan modern. Dari sini dapat kita simpulkan Qur'an memberika bukti kebenaran dalam diri kita. Empat belas abad yang lalu mikroskopis belum di kenal. Saya lantas menyadari Qur'an memiliki beberapa tingkatan arti. Sebagian hanya di ketahui Allah. Ketika medengar surat itu, saya lihat 'ayatiinaa', menggunakan kata yang sama maknanya dengan ayat Allah. Dan 'ayatiinaa' ini ada dalam diri manusia. Saya mempelajari genetik. Saya memperkirakan ayat yang dimaksud ada dalam DNA kita."
----" Spekulasi bukan ?"---
"Pertama kali , ya. selanjutnya saya memperoleh petunjuk samar. Ada kemungkinan ayat Qur'an bagian gen manusia. Satu hal yag perlu di catat, banyak DNA hadir tanpa memproduksi protein sama sekali. Area tanpa produksi ini di sebut junk DNA atau DNA sampah. Masya Allah, ternyata area itu dari makna sampah. Sebalikya itu adalah kata dari Allah, Pencipta, tanda kebesaran Allah, bahwa Allah yang memberi nafas kehidupan kita."
---" Bagaimana Anda menguji hipotesa Anda dan dengan siapa lagi Anda mendiskusikan ini?"---
"Lab Gen mendapatkan proyek dari pemeritah untuk meneliti gen dan kecerdasan. Ketika ide ini mucul, kami sedang berkonsentrasi pada area kromosom 19. Saya berdiskusi dengan adik lelaki saya, Imran. Imran ahli analisa sistem. Saya mengajaknya berfikir tentang cara menemukan ayat Al Qur'a dalam kromosom 19. Ini pekerjaan sulit. Kami harus menemukan huruf arab yang mungkin di bentuk dari kodon melalui sistem perlambangan dan meneliti apakah kombinasi ini menghasilkan ayat Al Qur'an. Januari tanggal 2, pukul 2 pagi lalu kami menemukan ayat yang pertama, alhamdulillah. " Audhu billahi min asy sytan ir-rajim.Bismillaahirraahmaanirrahim. Iqra bismirabbika ladzi khalq " Artinya : "Bacalah degan nama Tuhan yanng menciptakan!"
---" Ayat yang pertama di turunkan pada Rasulullah SAW?"----
"Ya! Saya juga terkejut. Begitu kami menemukan ayat yang pertama, ayat yang lain muncul satu demi satu secara cepat. Sejauh ini kami telah menemukan 1/10 ayat Qur'an. Setelah itu tersendat. Kendalanya masih banyak gen yang belum diteliti ilmuan. Walaupun kami ingin meyebarkan penemuan kami secepatnya, kami harus meyakinkan kepala kami terpasang dengan benar. Beberapa pekan lalu saya berdiskusi dengan beberapa ahli genetik. Semoga penemuan ini bisa di sebarluaskan musim gugur ini.
Saya yakin penemuan ini luar biasa dan saya berani mempertaruhkan karir saya untuk ini. Saya telah membicarakan penemuan saya dengan dua rekan lab saya. Percayalah, ini kali pertama Clive dan mMartin (dua rekan kerja) mau berdiskusi tentang agama atau islam. Saya juga menyurati dua ilmuan yag selama ini sinis terhadap islam; Dan Larhammar dari Uppsala University Swedia dan Aris Dreismana dari Universitas Berlin. Saya yakin mereka takkan sinis lagi."
Dr. Khan menyodorkan dua halaman kertas. Yang satu di penuhi huruf T, C, G dan A. Yanng lain huruf arab yag jelas terbaca, bahkan 'Qaf' dengnan dua titiknya. Saya menanyakan artiya.
"Surat Al Baqarah ayat 6, bunyinya : "Bagi orang tak beriman, sama saja bagi mereka apakah kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan; mereka tak kan percaya"
Halaman yang satu lagi memuat kombinasi nucleotida. Setiap tiga kode melambangkan satu huruf arab."
---"Apakah ada pesan untuk para pembaca ?"---
"Semoga penerbitan buku saya " Qur'an dan generik " semakin menyadarkan umat islam, Islam jalan hidup yanng lengkap. Kita tidak bisa memisahkan agama dari ilmu, politik, pedidikan atau seni. Semoga non muslim menyadari tak ada gunanya mempertentangkan ilmu dan agama."
Saya menghirup minuman saya, menatap mata coklat Dr. Khan seksama. Saya yakin Isnya Allah sedang menatap masa depan umat.
Subhanallah, luar biasa bukan ! Saya tidak tahu apa yang ada dalam pikiran kawanku saat ini. Saya terus memikirkannya. Bayangkan jika satu kata saja dalam Firman Allah begitu besar artinya, dan luar biasa kuasa yang diperlihatkan. Mungkinkah kata-kata dalam ayat-ayat Allah yang lain juga terdapat kekuasaan Allah. Dan ya..... Saya yakin pasti ada. Tak ada yang sia-sia dari apa yang telah diciptakanNya. Dan kemudian saya berfikir lagi, seandainya ilmuan-ilmuan besar eropa di sana seperti Einstein, Galileo, Newton dan ilmuan-ilmuan besar lainnya adalah seorang muslim, penganut agama Allah, mungkin mereka akan menemukan hal-hal yang lebih besar dan hebat lagi dari apa yang telah mereka temukan dulu. Dan saya pun berkata dalam hati, betapa meruginya mereka. Lalu apakah kita juga akan mejadi orang yang merugi?.
Kawanku belum ada kata terlambat. Masih banyak ayat-ayat Allah yang perlu digali kebesarannya. Masih banyak rahasia yang disembunyikan Allah dalam ayatNya. Semoga saja dengan ini kita semakin semangat untuk menuntut ilmu. Benar kata Dr. Khan, kita tidak bisa memisahkan agama dari ilmu, politik, pendidikan atau seni.(Mty,TA 15.020606)
Selasa, Juni 28, 2005
Makhluk Aneh
27.06.05 ; 22:01
Aku adalah sebuah sosok. Sosok seperti apa aku, akupun tak tau. Karena akupun masih tak mengerti siapa aku. Seperti apa aku? Tak usah kau pertanyakan bagaimana bentukku. Mungkin aku sama seperti kalian, pikirmu. Tapi, menurutku aku beda, aku aneh. Maka mungkin kau akan menjauhiku jika kita bertemu. Aku ini hidup sendiri. Bukannya sendirian, tapi seperti sendiri. Aku ini bebas, tapi tidak lepas. Orang bilang aku sebatang kara, tapi aku punya orang tua. Hidupku mengambang dan tak mengerti harus kemana. Seperti terbang kesana dan kemari, tapi aku punya tempat. Mereka bilang aku tak punya hati, tapi aku punya hati. Tinggalku dilorong-lorong sunyi. Makananku suara-suara nyaring langsung masuk ke hati. Kata orang kalian punya lambung, dicerna didalamnya, tapi aku dicerna didalam jantung. Jantungku besar detaknya cepat. Hatiku kecil tapi lapang, kata mereka, karena aku sendiri tak pernah melihat hatiku. Tapi, aku dapat merasakannya.
Aku adalah sebuah sosok. Sosok seperti apa aku, akupun tak tau. Karena akupun masih tak mengerti siapa aku. Seperti apa aku? Tak usah kau pertanyakan bagaimana bentukku. Mungkin aku sama seperti kalian, pikirmu. Tapi, menurutku aku beda, aku aneh. Maka mungkin kau akan menjauhiku jika kita bertemu. Aku ini hidup sendiri. Bukannya sendirian, tapi seperti sendiri. Aku ini bebas, tapi tidak lepas. Orang bilang aku sebatang kara, tapi aku punya orang tua. Hidupku mengambang dan tak mengerti harus kemana. Seperti terbang kesana dan kemari, tapi aku punya tempat. Mereka bilang aku tak punya hati, tapi aku punya hati. Tinggalku dilorong-lorong sunyi. Makananku suara-suara nyaring langsung masuk ke hati. Kata orang kalian punya lambung, dicerna didalamnya, tapi aku dicerna didalam jantung. Jantungku besar detaknya cepat. Hatiku kecil tapi lapang, kata mereka, karena aku sendiri tak pernah melihat hatiku. Tapi, aku dapat merasakannya.
Seperti drakula, aku tak mampu melihat terang. Kegelapan mengikutiku, seperti sayap dibelakangku. Melekat. Pernah suatu kali kuambil pisau dan coba kupotong. Aku bosan punya sayap gelap. Berat. Ingin aku ganti dengan sayap terang, karena pencarianku dengan terbang. Terbang mencari cahaya. Satu lagi, mereka bilang aku tak punya cinta. Apa itu cinta, akupun tak tau. Bagaimana bentuknya?Bulatkah, kotakkah atau sebuah benda pusaka?. Apa dia bisa dimakan?Aku ini selalu lapar, karena sosokku ini hanya mencari cahaya. Aku ini bukan kunang-kunang, bukan makhluk drakula, bukan pula sepertimu. Aku ini makhluk aneh. Jika suatu saat kau bertemu makhluk seperti ini. Maka itulah aku.
Senin, Juni 27, 2005
mimpiku......
26 juni 2005 ; 12 :00
Aku mempunyai impian. Aku memiliki khayalan... Dan betapa inginnya segalanya jadi kenyataan, karena kuinginkan adanya kesempurnaan. Impian kecil ingin segera kuwujudkan.,masih dengan semangat dihatiku. Namun saat kusadar, aku hanya sendiri... betapa takutnya aku. Aku tak mampu melakukannya sendiri, dan aku butuh yang lainnya pun mengerti, karena sungguh aku butuh banyak dukungan. Mereka bilang " Impian kecilmu itu bagus, laksanakan". Ya, sebenarnya aku ingin segera melaksanakannya. Berlomba dengan waktu, aku tak ingin kehilangan waktu. Tapi bukan kata yang kubutuhkan, tapi gerak. Akupun tak mampu bergerak. Memandang hal lain, membuat nyaliku sedikit ciut. Tapi aku ingin... Aku sangat ingin, wujudkan impian itu. Waktu, detikpun tak pernah berhenti, tak mau istirahat sekedar menungguku. Sungguh, aku semakin takut. Ketakutan terlewatinya hari itu, dan kehilangan waktu yang ditentukan. Dan merekapun sepertinya tak peduli. AKu terdiam, itulah salahku. Seharusnya aku mampu mengatakannya. Mengatakan kepada mereka, dan memintanya, kepada semua...karena akupun tak tau hasilnya.
Kemarin, entah kini yang kulakukan untuk membanggakan hatiku, ruhku dalam jiwaku adalah memimpikannya dengan segala kesempurnaanya tanpa cela. Hebat bukan?. Dengan segala kebanggaan, senyum dan penghargaan, sanjungan yang kudapatkan, yang nyatanya hanya dibawah alam sadarku. Membuka mataku dengan segala cahaya nyata kulihat. Nyata kulihat diriku yang seutuhnya tanpa ada perubahan. Miris, dan aku tak mapu menangis.. Kenyataan aku benar-benar butuh kalian semua. Aku butuh...kalian mengerti segalanya. Memahami dalam kesibukan kehidupan kalian, tanpa harus kuungkapkan dengan seluruh lisanku. Pribadiku tak mampu seperti kalian. Namun, semangatku mampu kuluapkan, karena itulah aku.
Impian besarku mungkin kelak kuinginkan nyata. Hanya menanti dengan RidhoNya. Tak hanya mengikuti arus, tapi akupun akan mencari, dengan keberanianku dan kemandirianku. Perubahan yang kuinginkan, pribadi dan hidupku....karena aku adalah raja dari segala ruh dan jiwaku. Tubuh, jasad dan pikiranku...
Kemarin, entah kini yang kulakukan untuk membanggakan hatiku, ruhku dalam jiwaku adalah memimpikannya dengan segala kesempurnaanya tanpa cela. Hebat bukan?. Dengan segala kebanggaan, senyum dan penghargaan, sanjungan yang kudapatkan, yang nyatanya hanya dibawah alam sadarku. Membuka mataku dengan segala cahaya nyata kulihat. Nyata kulihat diriku yang seutuhnya tanpa ada perubahan. Miris, dan aku tak mapu menangis.. Kenyataan aku benar-benar butuh kalian semua. Aku butuh...kalian mengerti segalanya. Memahami dalam kesibukan kehidupan kalian, tanpa harus kuungkapkan dengan seluruh lisanku. Pribadiku tak mampu seperti kalian. Namun, semangatku mampu kuluapkan, karena itulah aku.
Impian besarku mungkin kelak kuinginkan nyata. Hanya menanti dengan RidhoNya. Tak hanya mengikuti arus, tapi akupun akan mencari, dengan keberanianku dan kemandirianku. Perubahan yang kuinginkan, pribadi dan hidupku....karena aku adalah raja dari segala ruh dan jiwaku. Tubuh, jasad dan pikiranku...
Jumat, Juni 17, 2005
AKU BERTERIAK, MEREKA TULI
Tapak-tapak sepatu menghiasi dinding-dinding kampusku,telah berhari-hari saya berada disini. Telah hampir satu tahun. Toh, tak ada yang pernah peduli. Atau mungkin kami telah mati rasa? Kesudut atas kanan-kiri laba-laba bebas tanpa gangguan merangkai benang-benang sarangnya. Lantai-lantai marmer menelusuri lorong-lorong kelas, tangga, dan pelataran kantin, kupertanyakan pernahkah tersentuh kain basah ? Rumput-rumputyang menjulang tinggi, tak beda layaknya rumah tua tak berpenghuni, nyatanya tiap pagi hingga petang suara rih terdengar bagai hantu kampus, langkah- langkah kaki berlarian menelusurinya diantara lorong-lorong yang mungkin jika di pertanyakan ia akan berteriak . Saksi mata sejarah puluhan tahun sejak ia berdiri diantara petinggi-petinggi swiss. Beton-beton terbaik kebanggan kita dengan jaringan-jaringan listrik bawah tanahnya. Hebat! Siapa yang sangka. Dapatkah semua orang mengetahuinya, siapa yang akan mengira !? Berharap khalayak mengetahuinya dengan pandangan nyata kaca-kaca, ventilasi ruangan tak lagi terpandang jelas, titik-titik coklat setinggi hampir setengah senti debu berdirir tak tersenuh.
Bau anyir dan tak sedap tercium saat melewati lorong kecil diantara pelataran para pekerja extra yang katanya aktifis. Prihatinnya, begitu miris akankah mempertanyakan kesucian atau hati nurani yang berusaha mati. Sadar di tengah kepura-puraan dengan membohongi diri sendiri. Bukannya kami tak peduli, tapi tak mengerti . Apakah mereka yang tuli?. Suara-suara lantang telah dikoarkan dengan hati yang terus berteriak. Semangat idealis yang masih hangat dibalasnya dengan janji yang terus menguap. Umbaran kata yang membuatku mual, muak.
Ratapan rongsokan yang tersingkirkan, bertumpuk. Besi-besi tua yang merintih terus meberus di gunakan dengan kabel-kabelnya yang telah usang . Dengan hentakan dab pukulan, barulah dapat di gunakan . Maka, gambar-gambar gelombang dan nyala lampu, aliran listriknya dapat berjalan. Panggilan alam tak terlaksana, entah akan menjadi penyakit atau tidak karena sulitnya mencari tempat yang seharusbya menjadi tempatnya. Masih dengan ketuliannya, berpura-pyra tak tau atau memang tak mau tau . Aku berteriak, namun mereka tetap tuli.
Bau anyir dan tak sedap tercium saat melewati lorong kecil diantara pelataran para pekerja extra yang katanya aktifis. Prihatinnya, begitu miris akankah mempertanyakan kesucian atau hati nurani yang berusaha mati. Sadar di tengah kepura-puraan dengan membohongi diri sendiri. Bukannya kami tak peduli, tapi tak mengerti . Apakah mereka yang tuli?. Suara-suara lantang telah dikoarkan dengan hati yang terus berteriak. Semangat idealis yang masih hangat dibalasnya dengan janji yang terus menguap. Umbaran kata yang membuatku mual, muak.
Ratapan rongsokan yang tersingkirkan, bertumpuk. Besi-besi tua yang merintih terus meberus di gunakan dengan kabel-kabelnya yang telah usang . Dengan hentakan dab pukulan, barulah dapat di gunakan . Maka, gambar-gambar gelombang dan nyala lampu, aliran listriknya dapat berjalan. Panggilan alam tak terlaksana, entah akan menjadi penyakit atau tidak karena sulitnya mencari tempat yang seharusbya menjadi tempatnya. Masih dengan ketuliannya, berpura-pyra tak tau atau memang tak mau tau . Aku berteriak, namun mereka tetap tuli.
Sabtu, April 23, 2005
Menanti Fajar….
Jam ditanganku menunjukkan pukul dua belas lewat empat puluh menit, melewati tengah malam. Sepi dan sunyi. Disebelah kiriku, kawanku tertidur, ia terlihat lelah. Lagipula seluruh penghuni kost ini pun kurasa telah sedang bermimpi indah. Udara dingin menyelimuti diriku. Bukan karena angin malam yang menerpaku, tapi putaran kipas angin di sebelah kananku. Ini bukan karena kepanasan , tapi untuk mengusir nyamuk.. Ini keduakalinya aku menginap di tempat kawanku. Menemaninya , sementara teman sekamarnya tidak ada. Besok pagi ada dua acara yang harus aku lakukan. Benar apa yang dikatakan kawanku . Hidup ini di hadapkan dengan beberapa pilihan. Dan saat ini rasanya aku bagaikan terjebak dalam pilihan –pilihan itu. Dan nyatanya aku tak ingin memilih, karena aku tak mampu memilihnya . Ehmmm..mungkin bukan tak mampu , tapi tak sanggup jika harus meninggalkan salah satu. Saat ini mungkin aku dihadapkan dalam tiga pilihan atau mungkin empat..entahlah… kadang pilihan itu semakin bertambah saja tiap harinya.Ketika aku terus berusaha untuk meminimalkan pilihan itu, yang kudapatkan justru sebaliknya, pilihan itu semakin bertambah. Namun kuakui, ada dua pilihan yang lebih melekat dihatiku. Dan bagiku itu bukan pilihan. Kuusahakan untuk memegang keduanya. Memang sedikit egois . .. kurasa jika keduanya mampu berjalan bersama, kenapa tidak?
Beberapa jam lagi mentari akan muncul ..Memulai hari-hariku kembali dan bergerak berjalan untuk keduanya. Sempat aku memikirkan kata-kata seorang mantan ketua organisasi yang kuikuti, “menganak tirikan salah satu diantaranya”.. seketika aku tersentak.. Betapa tidak …aku sama sekali tidak menyangka pernyataan itu akan menuju kepadaku. … Sejenak kemudian aku memikirkanya lama…. Kutanyakan pada diriku..Benarkah ?
Beberapa jam lagi mentari akan muncul ..Memulai hari-hariku kembali dan bergerak berjalan untuk keduanya. Sempat aku memikirkan kata-kata seorang mantan ketua organisasi yang kuikuti, “menganak tirikan salah satu diantaranya”.. seketika aku tersentak.. Betapa tidak …aku sama sekali tidak menyangka pernyataan itu akan menuju kepadaku. … Sejenak kemudian aku memikirkanya lama…. Kutanyakan pada diriku..Benarkah ?
Aku lelah , ingin rasanya melepas semuanya. Namun ini adalah tanggung jawab yang harus segera di penuhi. Kadang kumerasakan kejenuhan itu, aku ingin tenang dan merasakan kebebasan tanpa ada beban berfikir , otakku terasa berat. .. Berjuta-juta ton beban melekat dalam otakku. Dan betapa ringannya saat aku berusaha sedikit tenang….. Kukatakan aku tak sanggup . Inilah aku dengan segala keegoisanku terus mempertahan segala mauku. Sifat kepimpinan yang terlalu berlebih selalu ingin menguasai apa yang kuara mampu tanpa melihat kondisi yang terjadi padaku.. Rasa kebanggaanku terus saja ada..Mengatakan pada dunia bahwa inilah aku.
Keterpurukanku selama ini membuatku terus berusaha balas dendam dengan apa yang terjadi sebelumnya..Membuktikan bahwa aku bisa seperti itu.. dan bangganya merasakan semua itu. Dapat menduduki posisi yang dulu membuatku terdiam. Dan nyatanya aku tak hanya diam, karena memang beginilah aku. Inilah diriku yang sebenarnya. Dan tak semudah itu aku tergoyahkan..Betapa tidak seorangpun takkan tau betapa besar dan berapa banyak beban-beban dan batu-baru besar itu menimpaku? Itu terlalu membuatku terlalu kuat..hingga terkadang menjadi keras.
Malam semakin larut dan kurasa otakkupun telah terlalu penat ..tubuhku seperti akan kehilangan penyangga ..waktunya merebahkan diri sedikit melepas beban..melupakannya sementara..hingga fajar menjemputku kembali..(220405)
Langganan:
Postingan (Atom)


