Senin, Maret 18, 2013

Ada sesuatu yang ingin ALLAH sampaikan...

Ini semua tentang pendapat saya. Kalian mau sependapat ataupun tidak itu terserah anda. Saya punya hak untuk berpendapat!.

Banyak teman yang bertanya pada saya, atau heran melihat saya. Kenapa saya begitu getol dengan yang namanya pemberian ASI. Sangat sering saya melakukan kampanye di media yang saya miliki bahkan dikantor, mungkin saya orang terlama yang melakukan 'pumping'. Saya menunggu sampai dua tahun full!. Selama ASI saya masih ada, saya biarkan anakku menyusunya. Karena bagiku, itu adalah haknya!.Dan saya tau betapa pentingnya ASI untuk anakku.

Saya dan suami pun sepakat untuk menunda memiliki anak lagi sampai anak pertama kami genap dua tahun, genap ia mendapatkan ASInya. Kenapa? banyak pertimbangan.

Pertama, saya berkomitmen memberikan anak saya ASI selama dua tahun, jika saya hamil lagi disaat dia masih belum genap dua tahun artinya kemungkinan ASI saya akan berhenti pada saat saya hamil lagi, dan artinya anak pertamaku tidak akan mendapatkan hak ASInya selama dua tahun. Bagi saya inipun sudah mendzolimi dia. Kedua, jika saya hamil lagi di saat ananda zaf masih belum genap dua tahun dan kalopun ASI saya masih berjalan, dan saya tetap memaksakan dia untuk tetap menyusui disaat saya hamil, maka saya tidak tau apakah saya bisa berlaku adil pada sang calon adiknya karena gizi yang harusnya ia dapat diambil oleh kakaknya melalui ASI. Bukankah ASI yang mengalir adalah darah yang mengandung banyak gizi yang seharusnya di peruntukkan untuk sang cabang bayi. Ato tegakah saya menghentikan ASI sang kakak demi menjaga gizi sang calon bayi?.  Saya pun mengukur diri saya yang memiliki tubuh yang lemah.  Mampukah saya membagi gizi antara saya sendiri, sang bayi dan kakak yang masih butuh ASI?. Anak kita punya HAK ASInya selama DUA TAHUN!.


Ketiga, jika memang mau melakukan Imunisasi alami, bukankah ASI-lah imunisasi alami itu. Bagaimana mungkin bagi mereka yang tidak melakukan imunisasi nasional, tapi tidak memberikan hak ASI yang seharusnya sebagai Imunisasi alami bagi sang anak. ASI adalah yang terbaik untuk sang anak, silahkan searching sendiri dimanapun, bagaimana begitu dahsyatnya manfaat ASI itu. Maka, saya ingin memberikan imunisasi alami  itu dua tahun full pada anak saya. Dua tahun untuk kebaikan dimasa depannya.

Keempat, anak saya yang belum genap dua tahun, yang belum mampu berbicara dengan benar, masih butuh kasih sayang orang tuanya. Saya hanya tak tega disaat dia masih lemah, saya sudah memiliki anak lagi, dan kasih sayang itu terbagi dengan adiknya. (Silahkan jika anda bisa, sungguh hebat anda, tapi coba tanyakan pada anak anda yang belum bisa berbicara itu, bagaimana dengan perasaanya?). Konsentrasi kita pasti akan lebih banyak tertuju pada sang bayi bukan?.
“Dan hendaknya takut dan khawatir orang orang yang apabila mereka meninggalkan generasi yang lemah. Supaya mereka khawatir terhadap anak cucunya, Dan hendaknya mereka takut kepada Allah, dan hendaklah mereka mengucap dengan ucapan yang benar”.(QS.An Nisa’ 9).
Mungkin dari sebagian orang bisa melakukannya. Ok itu anda. itu kehidupan anda. Dan saya punya kehidupan sendiri. Karena saya dan suami memliki pemikiran sendiri. Berbeda itu indah bung!. Saya pun dulu memiliki pengalaman yang hanya beda setahun dengan adik saya. Maka saya tau rasanya, saya tau rasanya tidak mendapatkan hak ASI saya, saya tau bagaimana rasanya memilki adik yang tak jauh berbeda usia dengan saya. Dan saya putuskan pada diri saya untuk tidak mengulanginya pada anak-anak saya dan semua atas ijinNYA.  Saya hanya berikhtiar, ALLAH yang menentukan. Bismillah.

Kelima, saya hanya berfikir, ALLAH saja bahkan mengulang-ulang dalam AL-Quran untuk menyusui anak selama dua tahun, menyapih anak setelah dua tahun. 
Al-Quran Surah Al-Baqoroh : ayat 233 :
"Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.."

Al-Quran Surah Luqman : ayat 14 :
"... ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.."

Al-Quran Surah Al-Ahqof :ayat 15 :
"... ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,...."
Saya hanya mencoba untuk menganalisa sendiri. Ada sesuatu yang ingin disampaikan ALLAH. tidak ada sesuatu yang tidak berguna apa yang disampaikanNYA. Ada sesuatu dibalik semua yang di firmankanNYA. LIhatlah! ALLAH sendiri yang mengatakanya, ALLAH sendiri yang memfirmanNYA! untuk genap menyusui selama DUA tahun!. dan ALLAH tidak hanya mengatakannya sekali!

Maka, saya coba bertanya pada kalian yang memiliki anak belum genap dua tahun dan sudah hamil lagi, masih bisakah kalian menyusui anak kalian yang pertama!!. Genapkah dua tahun sang anak mendapatkan HAKnya!

Sekali lagi ini pemikiran saya sendiri. JIka ALLAH menyuruh untuk menyapih dua tahun. Saya berfikir bagaimana caranya saya bisa memberikan hak ASI anak saya dua tahun tanpa ada halangan. 
Dulu saya dan suami pernah berencana untuk memiliki anak kedua segera setelah anak pertama, namun setelah kami belajar dan belajar lagi, mencoba menelaah, bisakah saya menyusui anak saya ketika saya hamil lagi. Lalu bagaimana dengan kasih sayang yang ia dapatkan?, bisakah saya membagi diri saya pada dua bayi saya yang belum bisa berbicara. Saya hanya melihat diri saya sendiri yang mengurus ananda zaf, masih sendiri saja saya masih merasa kurang waktu dengannya.  Dan bisakah saya memberikan pengertian pada bayi pertama saya yang belum genap dua tahun dan belum bisa berbicara untuk sedikit mengalah pada adiknya? . Ah, saya dan suami pun memikir ulang untuk memberi jarak yang sangat dekat dengan adiknya. Saya terus memikirkan mengapa ALLAH mengulang-ulang dalam Al-Quran untuk menyapih anak selama dua tahun.

Lagipula, bukankah menyusui secara eksklusif (artinya anda benar-benar menyusui bayi anda secara aktif dan teratur  loh ya... ) merupakan alat kontrasepsi alami yang handal?(^_^). Faktanya, Bila ibu menyusui dan memberi ASI secara eksklusif, maka umumnya ibu akan mengalami suatu kondisi yang disebut sebagai Amenore Laktasi( tidak terjadinya haid yang diakibatkan oleh menyusui secara eksklusif).
Menurut dr.Asti Praborini, Sp.A, "Cara kerja Metode Amenore Laktasi serupa dengan metode kontrasepsi hormonal, yaitu menunda atau menekan ovulasi atau pelepasan sel telur.
Lihat!..ALLAH saja sudah mengatur tubuh kita sedemikian sempurna. (^_^). ALLAH sudah mengaturnya, jika kita benar-benar menyusui bayi kita dengan sempurna, maka menyapih anak dua tahun itu akan terpenuhi. Saya sendiri yang mengalaminya, hingga sekarang saya belum haid, ananda zaf sudah 17 bln.

Saya hanya berfikir, mungkin ALLAH ingin menyampaikan:  berikan hak ASInya dan HAK kasih sayangnya selama dua tahun karena itu waktu yang cukup untuknya dan karena di usia itu sang anak sudah bisa berbicara, sudah bisa kita ajak diskusi, beri pengertian dan siaplah saya untuk memberikannya kembali seorang adik. YA! saya pikir dua tahunlah waktu yang tepat untuk melepas anakku zaf untuk mandiri dan Saya siap kembali untuk memilki anak. Saya siap memilki banyak anak. Suamiku sangat ingin memiliki banyak anak. Dan saya tidak keberatan. Hanya kami punya perencanaan. Kami ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak kami. Saya hanya melihatnya sama seperti ketika kita ingin menikah. Kita tidak akan asal-asalan mencari calon pasangan kita bukan? Tidak hanya asal menikahkan? dengan siapa saja yang penting menikah, tidak begitu bukan?butuh perencanaan dalam sebuah pernikahan untuk masa depan. Kita sendiri berusaha mempersiapkan diri kita untuk menyongsong masa depan. Seorang yang soleh/solehah. Pekerjaan yang mapan untuk menghidupi anak istri. Bagi saya, begitu pula dalam perencanaan memilki anak, kami mencoba untuk mengaturnya. agar semua terencana dengan baik dan tidak hanya asal-asalan. Karena semuanya untuk masa depan.



Maaf ini pendapat saya, terserah kalian mau sepakat ato tidak. Bebas berpendapat bung!. saya hanya mencoba untuk berhati-hati untuk tidak mendzolimi diri saya sendiri, anak-anak saya dan keluarga saya.

Setiap dari kita telah diberikan kemudahan oleh ALLAH untuk mengatur hidup kita dengan segala ijinNYA. Dari kita hanya mengusahakannya. Saya dan suami hanya mencoba menata kehidupan yang lebih baik dan terencana. Kami hanya ingin anak-anak kami mendapatkan haknya, kami berdua bekerja, kami sadar tidak banyak waktu yang kami berikan untuk mereka. Maka kami hanya berusaha untuk bisa memberikan kasih sayang pada anak-anak kami. Hingga ia tau bahwa kami sangat menyayangi mereka karena ALLAH. Kami ada untuk mereka. karena kami orang tuanya.


“Allah mewasiatkan kepada kalian tentang anak-anak kalian”
[QS. an-Nisa' : 11]


................................................................................................................

23 komentar:

  1. artikel ini cocok buat ibu2 yang punya masalah membagi ASI bagi anak-anaknya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..semoga para ibu di dunia dan terutama di indonesia makin sadar akan pentingnya ASi

      Hapus
  2. kompre banget ya kupasannya, Mbak.
    memang menjadi hak si anak untuk mendapatkan ASI selama 2 tahun ya.
    alangkah bersalahnya orang tua manakala hak dia terampas begitu saja karena keegoisan orang tuanya atau strategi yang mungkin kurang matang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya...terkadang kita hanya memikirkan diri kita dan hanya melihat kebutuhan lhair sang anak tanpa pernah melihat sisi lain dari sang anak..

      Hapus
    2. iya Mbak, bener banget.
      duh alangkah nggak berdayanya ya ilmu manusia.

      Hapus
  3. wah saya belum nikah tapi bagus ini buat masukan calon istriku nanti :)
    btw perkara asi itu kata orang2 tua dulu memang tergantung dari kemampuan asi si Ibu itu sendiri, artinya tiap Ibu punya volume asi yg berbeda2, contoh temannya ibuku punya anak 10 yg selisih cuma setaun2, tapi asinya gak pernah kekurangan tuk tiap anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe,...sebagai calon suami juga harus belajar tentang ASi dan perencanaan keluarga untuk masa depan..toh yan menjalani hidupkan berdua bukan hanya istri saja.(^_^)

      Hapus
  4. saya ibu yg pro asi (*^﹏^*)

    BalasHapus
  5. Salam sahabat
    SubhanAllah saya sependapat dengan anda, sangat berterima kadih artikelnya samgat bermanfaat utk saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah..smoga bermanfaat dan dapat membuka pikiran kita..aamin

      Hapus
  6. pakde setuju dengan sampean, karena dulu anak pakde juga disapih saat berusia 2,5 tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anak mendapatkan haknya penuh ya pakde..(^_^)

      Hapus
  7. Salut banget dengan apa yang dituturkan di atas.
    Tak ada alasan utk menolaknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. no Reason!!!...(^_^)..
      banyak jalan ...asal niat tulus...

      Hapus
  8. Ya Allah ternyata pemilik blog seorang ibu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, kalo suaminya, baru namanya bapak. hehe

      Hapus
  9. wah...tulisan menarik buat yang belum nikah nih, jadi bisa tau betapa pentingnya pemberian ASI buat anak...:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. (^_^)...sangat penting!!!GO ASI!!

      Hapus
  10. Begitu hebatnya manfaat dari ASI. Pastinya semua ibu ingin bisa menyusui anaknya dengan baik dan sempurna sampai genap dua tahun. Api mungkin ada faktor lain yang tidak bisa melakukan semua itu, entah profesi yang harus menuntut demikian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bekerja bukanlah alsan untuk tidak memberikan ASI. Saya juga bekerja dari pagi hingga sore dan ALhamdulillah saya tetap bisa memberikan anak saya ASi. Sekarang sudah jamannya pompa ASi. ASI bisa bertahan dalam frezeer selama 3 - 6 bulan. Sambil bekerja , di sela waktu kita bisa memompa ASi. so, no reason untuk ASI (^_^)

      Hapus
  11. Mantabs sis, lengkap banget infonya... ASI is de bes lah... Alhamdulillah, dari anak pertama dan hingga sekarang anak kedua, ASI nya Insya Alloh full sampai 2 tahun. BAhkan utk anak kedua tidak memakai sufor sama sekali.

    BalasHapus
  12. Saya punya balita saat ini 16 bulan dan sekarang saya hamil 6 minggu. Bagaimana jadinya kalau ternyata rencana Allah diatas segala rencana manusia? Segala upaya saya lakukan agar kehamilan saya berjarak. Tapi mungkin saya ga seberuntung mbak, yg asi nya melimpah, sehingga saya tetap haid. Saat ini saya melanjutkan menyusui, dan saya yakin gizi untuk bayi dan janin saya tidak ada yg terbagi.

    BalasHapus